{"id":6152,"date":"2022-09-10T10:27:19","date_gmt":"2022-09-10T10:27:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=6152"},"modified":"2022-09-10T10:27:21","modified_gmt":"2022-09-10T10:27:21","slug":"bantalan-sosial-bbm-dari-pemerintah-utamakan-kemaslahatan-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/09\/10\/bantalan-sosial-bbm-dari-pemerintah-utamakan-kemaslahatan-rakyat\/","title":{"rendered":"Bantalan Sosial BBM dari Pemerintah Utamakan Kemaslahatan Rakyat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jurnalredaksi, Jakarta&#8211; <\/strong>Setelah resmi melakukan kebijakan penyesuaian harga BBM atau bahan bakar minyak, pemerintah saat ini terus fokus untuk memitigasi dampaknya, terutama bagi masyarakat yang benar-benar terdampak.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenai hal tersebut, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud, mengungkapkan bahwa Pemerintah sangat mengutamakan ajaran agama Islam, yakni dengan berfokus pada kemaslahatan rakyat. Maka dari itu penyesuaian BBM sangatlah penting.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBBM bersubsidi saat ini masih banyak digunakan oleh konsumen yang tidak berhak dapat dihindarkan, dan sesuai ajaran agama Islam, yaitu mengutamakan kemaslahatan rakyat banyak,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Pengamat Politik Ekonomi, Kapitra Ampera juga menyatakan bahwa kebijakan itu sangatlah diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenyesuaian harga BBM diperlukan untuk menjaga kesinambungan perekonomian masyarakat maupun negara,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek kemaslahatan merupakan sebuah hal yang tidak bisa diganggu gugat lagi dalam tata kelola negara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTentu pemimpin harus memprioritaskan menolong masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. Maka memindahkan kebijakan yang maslahat kepada kebijakan yang lebih maslahat adalah intinya,\u201d ungkap Kyai Marsudi.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi penyaluran bantalan sosial juga dinilainya sebagai bentuk upaya Pemerintah supaya penyesuaian harga BBM tidak berdampak secara luas pada sektor lain.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam hal ini perlu menyiapkan bantalan sosial, antara lain mengontrol harga barang kebutuhan pokok agar tidak melonjak secara siginifikan,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya sebagai kepentingan pengamanan APBN negara saja, melainkan masyarakat juga sangatlah diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNamun demikian, ada kompensasi negara kepada masyarakat, diantaranya jaringan pengaman sosial harus sampai ke masyarakat, seperti halnya BLT, Bansos, dan lain sebagainya,\u201d jelas Kapitra.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua aspek yang terus dijunjung oleh Pemerintah tersebut adalah sebuah kebijakan publik terbaik dari Pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenjaga termasuk menyatukan dua kepentingan atau kemaslahatan, yaitu kemaslahatan umum untuk publik dan kemaslahatan khusus untuk keinginan public policy pemerintah. Kedua kemaslahatan ini harus terintegrasi agar kebijakan dapat berjalan dengan baik. Jika ternyata masih ada konflik kepentingan, harus direkonsiliasikan dan dibuat seimbang,\u201d tegas Marsudi.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Akademisi Universitas Negeri Semarang tersebut juga menjelaskan bahwa memang dalam ajaran agama harus terus menegakkan aspek keadilan, maka bantalan sosial memang merupakan upaya untuk menjunjung kemaslahatan rakyat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam ajaran agama, mencuri hukumnya tidak boleh. Kemakmuran suatu bangsa, ketika pemimpin dan yang dipimpin satu suara. Prinsip dari keadilan tidak harus sama, namun sesuai kemaslahatan umat. Ketika subsidi diberikan hanya kepada masyarakat kurang mampu, itu bisa disebut adil,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalredaksi, Jakarta&#8211; Setelah resmi melakukan kebijakan penyesuaian harga BBM atau bahan bakar minyak, pemerintah saat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6157,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[301],"newstopic":[],"class_list":["post-6152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi","tag-bbm"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6152"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6162,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6152\/revisions\/6162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6157"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6152"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}