{"id":6314,"date":"2022-09-17T16:20:38","date_gmt":"2022-09-17T16:20:38","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=6314"},"modified":"2022-09-17T16:20:38","modified_gmt":"2022-09-17T16:20:38","slug":"balas-sindiran-ahy-soal-era-sby-dan-jokowi-politisi-golkar-korupsi-dan-mangkrak-hambalang-saat-era-sby","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/09\/17\/balas-sindiran-ahy-soal-era-sby-dan-jokowi-politisi-golkar-korupsi-dan-mangkrak-hambalang-saat-era-sby\/","title":{"rendered":"Balas Sindiran AHY Soal Era SBY dan Jokowi, Politisi Golkar: Korupsi dan Mangkrak Hambalang saat Era SBY"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jurnalredaksi, Jakarta&#8211; <\/strong>H Ilham Pangestu Anggota DPR RI komisi V dari Fraksi Golkar dapil Aceh 2 menepis sindiran Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal pemimpin yang meneruskan proyek pembangunan infrastruktur dengan sekedar gunting pita.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilham&nbsp;menegaskan, semua kepemimpinan di Indonesia harus berkelanjutan. Hal ini agar proyek pembangunan yang telah berjalan di kepemimpinan sebelumnya tidak berhenti atau mangkrak begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilham mengungkapkan, bahwa dalam kepemimpinan SBY selama 10 Tahun, SBY hanya dapat membangun jalan tol sepanjang 189,2 KM.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sebaiknya AHY jangan terlalu Pede dalam berbicara, era Pak SBY selama 10 tahun&nbsp; membuat jalan tol hanya mampu 189,2 KM, dibandingkan dengan Pak Jokowi yang baru menjabat 8 tahun sudah membuat jalan tol 1762,3 KM, jauh sekali perbandingannya,&#8221; ungkap Ilham Pangestu di Jakarta, Sabtu (17\/9\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Ilham meminta AHY untuk berbicara berdasarkan data yang ada, jangan hanya beretorika.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya sangat menyayangkan bagaimana mungkin seorang Ketua Umum seperti AHY berpidato tanpa basis data. Saat ini adalah era kemajuan IT, artificial inteligent, termasuk big data,&#8221; kata Ilham.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya itu, Ilham juga meminta kepada AHY untuk mengingat soal catatan pembangunan proyek Hambalang di era kepemimpinan SBY.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya megatakan, mangkraknya proyek Hambalang harusnya menjadi tolok ukur AHY dalam berbicara mengenai pembangunan infrastruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Rakyat semakin cerdas. Rakyat Indonesia mencatat begitu banyak proyek infrastruktur SBY yang mangkrak. Monumen Hambalang adalah bukti korupsi sistemik elit Partai Demokrat,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ilham pun menyinggung soal pembangunan bandar udara saat era SBY dan Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya menambahkan, saat era SBY 10 tahun bandar udara hanya 24 dibangun sedangkan saat kepemimpinan Jokowi selama 8 tahun sudah 29 bandar udara.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saat era SBY 10 Tahun hanya 24 bandar udara, namun Jokowi baru memimpin 8 Tahun sudah 29 bandar udara. Bahkan dalam tahun 2022 sampai 2024 akan ada 9 bandar udara lagi yang siap beroperasi,&#8221; tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalredaksi, Jakarta&#8211; H Ilham Pangestu Anggota DPR RI komisi V dari Fraksi Golkar dapil Aceh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6318,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[1023,174,1021],"newstopic":[],"class_list":["post-6314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam","tag-ahy","tag-jokowi","tag-sby"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6322,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6314\/revisions\/6322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6314"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}