{"id":667,"date":"2021-12-19T21:25:08","date_gmt":"2021-12-19T21:25:08","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=667"},"modified":"2021-12-19T21:25:14","modified_gmt":"2021-12-19T21:25:14","slug":"pedagang-musiman-di-jayapura-hadirkan-kue-kering-model-baru-untuk-natal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2021\/12\/19\/pedagang-musiman-di-jayapura-hadirkan-kue-kering-model-baru-untuk-natal\/","title":{"rendered":"Pedagang Musiman di Jayapura Hadirkan Kue Kering Model Baru untuk Natal"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Pedagang musiman kue kering untuk Natal mulai menjamur di Kota Jayapura, Papua. Beragam kue model terbaru ditawarkan dengan harga terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti pemandangan di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura, pedagang kue kering telah berderet menawarkan aneka kue untuk Natal. Beragam kue model baru pun ditawarkan pedagang dengan rasa yang menggoda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami baru mulai jualan minggu ini, dan alhamdulillah sudah ada 8 karton yang laku,\u201d kata Rani, pedagang kue kering musiman.<\/p>\n\n\n\n<p>Rani mengaku penjualan kue kering tahun 2021 lebih baik dibandingkan saat pandemi melanda negeri ini. Bahkan, Rani dan para pedagang lainnya telah berani menawarkan kue model terbaru untuk memberikan pilihan bagi pelanggan di Jayapura.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTahun ini banyak kue \u2013 kue model baru yang saya jual, seperti kue blackpink, kue oreo, kue&nbsp; kacang keju dan beberapa kue model baru lainnya. Pelanggan sudah tahu rasa dari kue yang saya jual,\u201d aku Rani.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penjualan Kue Kering Meningkat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Senada disampaikan Hajah Sanawiyah yang mengaku telah menjual 5 karton kue kering. Ia pun meyakini penjualan akan terus meningkat hingga tahun baru 2022.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya siapkan 300 karton kue kering dan kue yang saya jual ini menggunakan bahan-bahan premium, seperti mentega pakai merek yang bagus, tepungnya dan bahan lainnya juga,\u201d bebernya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain Hajah Sanawiyah, kue kering dengan bahan premium juga hampir sebagian besar meramaikan pasar kue kering di Kota Jayapura. Seperti diungkapkan Epi yang memilih bahan premium untuk kue kering produksinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Epi, bahan premium akan menambah rasa enak pada kue yang dijual untuk Lebaran maupun Natal.&nbsp; Rata-rata kue kering yang ditawarkan berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya sudah lama menjual kue kering seperti ini, hanya saja saat Lebaran saya menambahkan dengan menjual kue basah,\u201d aku Epi.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Pedagang musiman kue kering untuk Natal mulai menjamur di Kota Jayapura, Papua. Beragam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":669,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[75,39,226],"newstopic":[],"class_list":["post-667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama-dan-pluralitas","tag-natal","tag-papua","tag-pasar"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=667"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":670,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/667\/revisions\/670"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=667"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}