{"id":7860,"date":"2022-11-09T07:19:22","date_gmt":"2022-11-09T07:19:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=7860"},"modified":"2022-11-09T07:19:26","modified_gmt":"2022-11-09T07:19:26","slug":"presidensi-g20-indonesia-dorong-kesepakatan-ketersediaan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/11\/09\/presidensi-g20-indonesia-dorong-kesepakatan-ketersediaan-pangan\/","title":{"rendered":"<strong>Presidensi G20 Indonesia Dorong Kesepakatan Ketersediaan Pangan<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jurnalredaksi, Jakarta\u2013<\/strong>&nbsp; Keberlangsungan Presidensi G20 Indonesia akan mampu terus mendorong terciptanya kesepakatan ketersediaan pangan untuk bisa mengatasi ancaman krisis pangan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Dosen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Ronnie S Natawidjaja menyebut bahwa pertemuan KTT G20 yang dilaksanakan di Bali pada 15 hingga 16 November 2022 mendatang akan menjadi kuncinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dirinya berharap, kesepakatan antarnegara memang harus segera dibuat dalam rangka mencarikan solusi atau bahkan mampu mengantisipasi ancaman krisis pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kesepakatan antarnegara harus dibuat untuk mengantisipasi krisis pangan ke depan. Fungsi kerja sama bilateral harus ditingkatkan lagi,&#8221; kata Ronnie<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Dosen tersebut kerja sama bilateral antarnegara itu salah satunya bisa dilakukan dengan sistem barter.<\/p>\n\n\n\n<p>Yakni ketika masing-masing negara mampu memberikan apa yang terbaik yang mereka miliki untuk negara lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan sistem barter tersebut, setidaknya menurutnya kebutuhan pangan antar negara akan bisa tertutupi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Misal, Indonesia banyak produksi buah, lalu Australia banyak memproduksi gandum. Ini bisa saling tukar, barter. Jadi, stok (pangan) aman, dan harga pun bisa dikontrol,&#8221; ungkap Ronnie.<\/p>\n\n\n\n<p>Baginya, suatu negara tidak perlu memaksakan untuk bisa menghasilkan produk komoditas tertentu apabila memang mereka tidak bisa memproduksinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Justru, suatu negara harus terus meningkatkan dan mengembangkan potensi jika mereka memiliki produk komoditas unggulan sehingga cukup terfokus saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo juga menyatakan bahwa memang harus segera ada kolaborasi dari berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena dengan kolaborasi tersebut, setidaknya akan memungkinkan untuk bisa melancarkan berbagai cara seperti mitigasi dan juga mampu mengatasi banyak krisis, mulai dari pangan, energi hingga keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa KTT G20 memiliki komitmen sangat besar untuk bisa mendukung sektor pertanian, khususnya dalam hal penyediaan pangan dan juga gizi bagi semua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut dikarenakan negara-negara anggota G20 sendiri juga merupakan bagian dari komunitas global.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa kunci utama ketika hendak mengatasi masalah krisis pangan global adalah memang seluruh negara harus melewatinya secara bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang,&#8221; ujar Syahrul.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalredaksi, Jakarta\u2013&nbsp; Keberlangsungan Presidensi G20 Indonesia akan mampu terus mendorong terciptanya kesepakatan ketersediaan pangan untuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7864,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[55],"newstopic":[],"class_list":["post-7860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-dan-investasi","tag-g20"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7860"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7868,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7860\/revisions\/7868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7860"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}