{"id":8287,"date":"2022-11-25T02:35:56","date_gmt":"2022-11-25T02:35:56","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=8287"},"modified":"2022-11-25T02:35:57","modified_gmt":"2022-11-25T02:35:57","slug":"bin-terus-lakukan-pendampingan-pada-anak-anak-korban-gempa-cianjur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/11\/25\/bin-terus-lakukan-pendampingan-pada-anak-anak-korban-gempa-cianjur\/","title":{"rendered":"<strong>BIN Terus Lakukan Pendampingan Pada Anak-Anak Korban Gempa Cianjur<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jurnalredaksi, Cianjur&#8211;<\/strong> Badan Intelijen Negara (BIN) terus&nbsp; melakukan pendampingan kepada anak-anak korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Hal ini dilakukan untuk membangkitkan semangat anak-anak yang menjadi korban bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>Deputi VII BIN, Prabawa Ajie mengatakan pihaknya bukan kali pertama melakukan&nbsp; pendampingan untuk trauma healing kepada anak-anak korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Prabawa,&nbsp; kegiatan pendampingan sudah pernah dilakukan sebelumnya pada Rabu (23\/11). Dalam kesempatan itu juga, BIN telah mengupayakan pemulihan trauma healing kepada anak-anak korban gempa dan bekerjasama dengan para mahasiswa pecinta alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut disampaikan Prabawa Ajie saat berada di Posko Bantuan BIN yang terletak di jalan Labuan &#8211; Cianjur, Kecamatan Cugenang, Cianjur, kamis (24\/11).<\/p>\n\n\n\n<p>Prabawa Ajie sendiri memang sebelumnya telah menyebutkan pihaknya akan terus mengintensifkan upaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebelumnya sudah kami lakukan dengan hal yang sama, namun konten pendampingannya jauh lebih sempurna yang saat ini. Untuk sebelumnya kami bekerja sama dengan rekan-rekan dari Mapala Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, dirinya juga mengaku bahwa tujuan diadakannya pendampingan trauma healing tersebut agar anak-anak korban gempa Cianjur bisa kembali riang gembira.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTujuannya adalah bagaimana kita memberikan pendampingan kepada adik-adik kita yang masih kecil-kecil dalam menghadapi musibah bencana ini tentunya agar riang gembira,\u201d ucap Ajie.<\/p>\n\n\n\n<p>Prabawa Ajie mengungkapkan pendampingan yang dilakukan oleh BIN, mendapatkan respon yang positif dan sangat baik sekali dari anak-anak korban bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHal tersebut menjadi sangat penting sekali karena sejauh ini pihaknya memang terus melakukan pendampingan psikososial agar mereka mampu menghadapi musibah dengan kuat\u201d, tutur Deputi VII BIN.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni sangat penting sekali, bagaimana kita memberikan pendampingan Psikososial, bagaimana kita membuat karakter anak-anak, sikap, motivasi sehingga anak-anak dalam menghadapi musibah bencana ini tetap kuat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTadi ada kegiatan mendongeng, ada pembagian hadiah, tentunya ini upaya bagaimana anak-anak itu melupakan kejadian buruk yang mereka alami,\u201d tambah Ajie.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTentunya dalam rangka pembentukan karakter anak-anak, tentunya akan kami intensifkan bekerja sama dengan stakeholder yang lain dengan harapan anak-anak itu cepat pulih,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, salah satu stakeholder yang melakukan kerja sama dengan pihak BIN untuk melakukan pendampingan trauma healing kepada anak-anak korban gempa Cianjur adalah berasal dari Yayasan Cinta Bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda kegiatan sosial yang namanya Amanah Share, kita keliling Indonesia untuk mendampingi secara sosial buat anak-anak yang terkena bencana,\u201d ungkap Cinta Rakhmati.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara khusus, pendampingan yang dilakukan adalah berupa psikososial dengan tujuan supaya anak-anak tidak memiliki rasa trauma yang berkelanjutan akibat kejadian bencana gempa tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau kami lebih ke pendampingan secara sosial mereka supaya tidak ada trauma yang berkelanjutan, namanya pendampingan psikososial. Biasanya dilakukan oleh relawan-relawan yang tidak memiliki background medis tapi sudah berpengalaman di bidang lapangannya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, perwakilan dari Yayasan Akasia, Ummy Latifah menjelaskan mereka melakukan pendekatan kepada anak-anak dengan bentuk mendongeng dan memberikan wawasan kebangsaan hingga kebudayaan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAkasia bergerak di bidang kebangsaan, tapi di dalamnya pendidikan, termasuk trauma healing bentuknya mendongeng. Materinya biasanya kebangsaan sama budaya, termasuk budi pekerti, sopan santun, cerita-cerita rakyat,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengetahui bagaimana pihak BIN memiliki respon sangat cepat untuk berupaya membantu warga korban bencana gempa di Cianjur, Latifah merasa sangat senang dan salut.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan dirinya selaku relawan merasa sangat terwadahi dengan adanya kerja sama tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami relawan merasa terwadahi dan kita diajak kerja sama, karena akses ke sini kan gak mudah,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan serangkaian kegiatan pendampingan trauma healing yang dilakukan oleh pihak BIN kepada anak-anak di posko, salah satu pengungsi pun merasa bahwa kegiatan tersebut sangatlah baik karena mampu menghilangkan trauma pada anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBaik sekali, karena itu menghilangkan trauma anak-anak. Terima kasih kepada semua karena mampu menghilangkan trauma anak-anak,\u201d ucap Ida.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalredaksi, Cianjur&#8211; Badan Intelijen Negara (BIN) terus&nbsp; melakukan pendampingan kepada anak-anak korban bencana gempa bumi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8288,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[1047],"newstopic":[],"class_list":["post-8287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-polhukam","tag-cianjur"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8287"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8289,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8287\/revisions\/8289"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8287"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}