{"id":9466,"date":"2022-12-21T06:13:28","date_gmt":"2022-12-21T06:13:28","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=9466"},"modified":"2022-12-22T02:36:22","modified_gmt":"2022-12-22T02:36:22","slug":"kuhp-membawa-paradigma-hukum-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2022\/12\/21\/kuhp-membawa-paradigma-hukum-modern\/","title":{"rendered":"<strong>KUHP Membawa Paradigma Hukum Modern<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/jurnalredaksi.com\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-141-400x225.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9467\" width=\"831\" height=\"416\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Oleh:\u00a0 Maya Naura Lingga )*<\/p>\n\n\n\n<p>Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) lama, merupakan produk hukum yang sudah usang sehingga harus diperbaharui. Pemerintah telah merevisi RKUHP menjadi KUHP dengan harapan agar UU tersebut mampu membawa paradigma hukum modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengungkapkan, bahwa KUHP yang baru mampu merefleksikan nilai-nilai keindonesiaan, bukan hanya itu, namun juga jauh lebih melindungi HAM dengan paradigma hukum modern yang dimilikinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Moeldoko menjelaskan, bahwa setelah disahkannya KUHP baru oleh DPR RI beberapa waktu lalu, hal tersebut menegaskan bahwa Indonesia saat ini sudah memiliki kodifikasi hukum pidananya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal tersebut akhirnya berhasil tercapai setelah Tanah Air merdeka selama 77 tahun dari jajahan Belanda. &nbsp;Tidak hanya itu, menurutnya KUHP baru sangat merefleksikan nilai-nilai bangsa Indonesia, termasuk lebih melindungi HAM dengan paradigma pidana modern yang diusungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja, hal tersebut sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan bagaimana paradigma KUHP lama peninggalan kolonial Belanda dari ratusan tahun lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara garis besar, boleh dikatakan saat ini kemerdekaan Indonesia jauh lebih berdaulat semenjak pengesahan KUHP baru, lantaran sudah tidak ada lagi intervensi asing pada Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan hal tersebut, Andi Widjajanto selaku Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), menyatakan bahwa setelah pengesahan KUHP baru ini, maka Indonesia memang harus menegaskan otonomi strategis secara geopolitik.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan kalau intervensi asing terhadap kedaulatan hukum yang dimiliki oleh bangsa ini telah terpatahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara geopolitik, pasca pengesahan KUHP Indonesia perlu menegaskan otonomi strategis Indonesia. Hal demikian diperkuat dengan mematahkan intervensi asing terhadap kedaulatan hukum Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Gubernur Lemhanas tersebut menambahkan bahwa sudah terjadi evolusi dalam pembangunan hukum Indonesia saat ini. &nbsp;Hal tersebut dikarenakan, pembangunan hukum di Tanah Air telah mengadopsi perkembangan paradigma hukum pidana modern serta memperhatikan kebutuhan untuk memperkuat konsolidasi demokrasi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Para ahli hukum telah berusaha membuat KUHP sesempurna mungkin dengan nilai-nilai Indonesia dengan pendekatan hukum modern, karena diterapkan untuk masyarkat di negeri ini.<\/p>\n\n\n\n<p>KUHP sudah diresmikan dan hukum pidana akan lebih sempurna guna melindungi masyarakat dari berbagai tindak kejahatan.<\/p>\n\n\n\n<p>KUHP yang baru juga mengadopsi nilai-nilai Indonesia karena di negeri ini kental dengan budaya ketimuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pasal 413 KUHP terdapat larangan untuk melakukan perzinahan dan larangan hubungan di atas ranjang tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah (secara negara). Hukumannya adalah penjara 1 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia adalah negara demokrasi, bukan negara liberal, sehingga pasal perzinahan wajib diterapkan agar tidak mengubah Indonesia menjadi negara yang terlalu bebas. Nilai-nilai keindonesiaan yang sopan dan tidak menerapkan liberalisasi diterapkan dalam KUHP terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>Aturan tersebut wajib untuk menjaga masyarakat Indonesia, agar mereka selalu ingat adat ketimuran, kesopanan dan sekaligus menaati aturan dalam keyakinannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dalam KUHP terdapat living law (hukum adat) yang diperbolehkan dalam pengaturan pidana. Misalnya di masyarakat Bali atau Papua yang hukum adatnya masih kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ada yang melanggar maka mereka boleh dihukum secara adat, karena terdapat pasalnya dalam KUHP. Dalam KUHP juga tertera nilai-nilai Indonesia karena untuk mencegah perusakan hasil kebudayaan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, ada wisatawan yang melanggar aturan dengan naik ke bagian candi secara sembarangan atau berfoto dengan menunjukkan pose yang tidak sopan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan berbeda, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Karjono menyatakan bahwa KUHP lama merupakan warisan Belanda. &nbsp;Isi dari KUHP merupakan adaptasi dari peraturan Belanda yang dibawa ke Indonesia oleh VOC, bukan Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p>Karjono menambahkan, ketika KUHP dibawa oleh VOC, ada 3 klasifikasi. Yakni hukum untuk orang Belanda, untuk warga timur asing dan bumiputera.<\/p>\n\n\n\n<p>KUHP lama merupakan hukum di masa kolonial dan sudah terlalu kuno dan berazas balas dendam. Tentu saja sebuah regulasi yang disusun 1 abad yang lalu, tentu saja jika tidak akan relevan jika regulasi tersebut diterapkan dengan keadaan sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kurun waktu 100 tahun, tentu banyak sekali yang berubah dan KUHP yang lama tidak bisa mengakomodir perubahan tersebut. &nbsp;Sedangkan KUHP yang baru, menggunakan hukum modern yang tidak berazas balas dendam.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembinaan kepada para narapidana adalah inti dari hukum modern, karena lebih penting daripada sekadar memberi hukuman. &nbsp;Ketika hanya dihukum tanpa ada sesi rehabilitasi dan pembinaan, para narapidana kembali akan berbuat kejahatan dan tidak takut lagi masuk penjara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam paradigma hukum modern diajarkan bahwa mental penjahat seperti ini harus diubah, agar lebih banyak masyarakat yang taat hukum. Hukum modern akan mendidik masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai regulasi modern, KUHP penting untuk menjaga hukum pidana di mana saja, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Hukum modern juga sudah mencakup pengaturan di dunia maya.<\/p>\n\n\n\n<p>)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh:\u00a0 Maya Naura Lingga )* Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) lama, merupakan produk hukum yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-9466","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-polhukam"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9466"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9468,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9466\/revisions\/9468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9466"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}