{"id":956,"date":"2021-12-24T08:17:18","date_gmt":"2021-12-24T08:17:18","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=956"},"modified":"2021-12-24T08:17:19","modified_gmt":"2021-12-24T08:17:19","slug":"ditangkap-di-sulut-buronan-prancis-kabur-20-tahun-usai-bunuh-2-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2021\/12\/24\/ditangkap-di-sulut-buronan-prancis-kabur-20-tahun-usai-bunuh-2-orang\/","title":{"rendered":"Ditangkap di Sulut, Buronan Prancis Kabur 20 Tahun usai Bunuh 2 Orang"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Thierry Ascione (62), seorang buronan Prancis kasus pembunuhan ganda akhirnya ditangkap di Indonesia. Ascione sudah menjadi buron sekitar 20 tahun. Dilansir jurnalredaksi, Jumat (24\/12\/2021), Ascione dinyatakan bersalah atas pembunuhan pada tahun 1991 terhadap dua warga negara Prancis yang memiliki sebuah restoran di Guatemala.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia ditangkap pada tahun 1995 di bandara Roissy di Paris dan tetap ditahan sampai tahun 2000. Dia melarikan diri enam bulan sebelum persidangannya dimulai.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengadilan di Paris mengadilinya secara in absentia dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada 2001.<\/p>\n\n\n\n<p>Ascione telah kabur ke berbagai negara termasuk Filipina, hingga akhirnya ditangkap di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ditangkap Usai Yacht Rusak di Laut Sulut<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ascione ditangkap di sebuah kapal pesiar (yacht) yang rusak akibat dihempas badai. Polisi mengatakan Ascione ditangkap saat bersembunyi di yacht yang ditumpanginya di perairan lepas Talaud, Sulawesi Utara, Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Yacht yang ditumpangi Ascione bersama warga negara Prancis lainnya dibawa ke Kepulauan Talaud pada 3 Oktober untuk mencari bantuan memperbaiki kapal.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapolsek Nanusa Iptu Lendi Hutabarat mengatakan Ascione ditangkap karena melanggar aturan imigrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Sistem navigasi (di kapal pesiar) rusak karena ombak yang kuat,&#8221; kata Hutabarat kepada AFP.<\/p>\n\n\n\n<p>Ascione bersembunyi di perahu ketika polisi menginterogasi dan menangkap rekan senegaranya. Awalnya rekan Ascione ditemukan berkeliaran di sekitar pulau mencoba membeli kartu SIM.<\/p>\n\n\n\n<p>Polisi kemudian menggerebek perahu dan menemukan Ascione yang ternyata tak memiliki paspor.<\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya diserahkan ke pihak imigrasi. Mereka saat ini berada di Manado, Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna Novly T N Momongan mengatakan Ascione mengaku paspornya dicuri saat transit di Filipina.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihak Prancis secara resmi telah meminta ekstradisi Ascione ke Jakarta. Tetapi proses hukum mungkin memakan waktu berbulan-bulan karena kedua negara tidak memiliki perjanjian ekstradisi, menurut sumber yang dekat dengan kasus tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>(CA\/AA)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, jurnalredaksi&#8211; Thierry Ascione (62), seorang buronan Prancis kasus pembunuhan ganda akhirnya ditangkap di Indonesia&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":957,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[354,353,322],"newstopic":[],"class_list":["post-956","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal","tag-buron","tag-ilegal","tag-perancis"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":958,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/956\/revisions\/958"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=956"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}