{"id":9927,"date":"2023-01-14T02:01:35","date_gmt":"2023-01-14T02:01:35","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/?p=9927"},"modified":"2023-01-14T02:01:35","modified_gmt":"2023-01-14T02:01:35","slug":"kst-sebagai-musuh-nyata-bangsa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/2023\/01\/14\/kst-sebagai-musuh-nyata-bangsa-indonesia\/","title":{"rendered":"<strong>KST Sebagai Musuh Nyata Bangsa Indonesia<\/strong>"},"content":{"rendered":"<p>Jayapura &#8211; Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua adalah musuh nyata bangsa Indonesia karena kelompok separatis ini tak hanya menyerang warga, tetapi juga aparat keamanan. Sudah terlalu banyak korban luka-luka dan korban jiwa akibat kekejaman KST. Oleh karena itu masyarakat, terutama warga Papua, setuju dengan pemberantasan KST. Penyebabnya karena kelompok ini bisa membahayakan nyawa mereka.<br \/>\nKST adalah personel penjaga di bawah perintah OPM (Organisasi Papua Merdeka). Mereka bertugas untuk mensukseskan cita-cita OPM, demi kejayaan Papua Barat. Keinginan gila mereka untuk memerdekakan Papua berubah menjadi ambisi berbisa, sehingga KST berubah seperti monster yang mengerikan dan mengerahkan segala cara agar Republik Federal Papua Barat berdiri dan lepas dari Indonesia.<br \/>\nKST telah banyak menyengsarakan rakyat dan melakukan banyak penyerangan selama tahun 2022. Oleh karena itu kelompok separatis ini patut dijadikan musuh semua orang. Tak hanya warga Papua tetapi juga warga negara Indonesia. Penyebabnya karena KST membahayakan nyawa banyak orang dan memperburuk citra Papua di mata dunia.<br \/>\nPengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati menyatakan bahwa memang seluruh masyarakat harus mengecam KST, apalagi setelah ada insiden pembunuhan biadab dan tindakan kekerasan fisik di Papua. Di mana banyak nyawa pekerja dan teknisi lapangan PT PTT yang hilang gara-gara serangan KST.<br \/>\nSusaningtyas menambahkan, KST berupaya menjalankan tugas melakukan percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia, khususnya di Papua. Sebagian anggota KST Papua saat ini melakukan aksinya berdasarkan pragmatisme bukan lagi hanya berdasarkan ideologi.<br \/>\nPeristiwa kejam ini terjadi pada bulan Maret 2022 dan meski hampir setahun berlalu, lukanya masih terasa. Para pekerja telekomunikasi mengorbankan nyawanya demi kemajuan masyarakat Papua. Sedangkan rakyat juga menderita karena proyek pembangunan dan pengembangan komunikasi jadi terhambat.<br \/>\nSelama ini KST jadi musuh rakyat, terutama warga Papua, karena mereka selalu menghambat kemajuan di Papua. Buktinya adalah KST mengganggu rakyat untuk memperoleh sinyal komunikasi yang buruk dengan menyerang para pekerja PTT. Padahal sinyal sangat dibutuhkan bagi warga Papua, untuk berjualan via online shop, dll.<br \/>\nSelain itu, KST juga jadi musuh warga karena pernah melakukan pembunuhan kepada seorang guru, padahal tenaganya sangat dibutuhkan untuk mencerdaskan anak-anak Papua. Mereka juga pernah membakar gedung sekolah. Hal ini membuktikan bahwa mereka anti pendidikan. Padahal hanya dengan pendidikan rakyat Papua bisa lebih maju dan mengubah nasib menjadi lebih baik.<br \/>\nOleh karena itu warga Papua setuju akan adanya tindakan tegas terukur bagi KST. Penyebabnya karena mereka adalah musuh besar rakyat yang amat merugikan. Kerugiannya dari segi materiil dan non materiil. Sudah terlalu banyak nyawa rakyat yang jadi korban kekejaman KST.<br \/>\nWakil Presiden K.H. Ma\u2019ruf Amin menyatakan bahwa aparat (TNI dan Polri) menindak tegas KST yang telah berbuat onar di Papua. Langkah tegas dilakukan sebagai tindakan hukum, sebagai bukti bahwa negara hadir di sana (Papua). Jangan sampai ada aksi keonaran dan separatis yang membahayakan negara dan terutama rakyat di Bumi Cendrawasih.<br \/>\nWapres K.H. Ma\u2019ruf Amin melanjutkan, ada kelompok (KST) yang sengaja berbuat onar agar masyarakat Papua merasa resah. Negara harus hadir dan menjaga keamanan warga, agar mereka bisa mencari nafkah dan beraktivitas dengan tenang (tanpa ketakutan akan ditembak oleh KST).  Pendekatan teritorial kepada KST perlu dilakukan, baik oleh pemerintah daerah, TNI, dan Polri.<br \/>\nDalam artian, perintah untuk berbuat tegas kepada KST datang langsung dari bapak wakil presiden. Beliau sangat geram karena KST berkali-kali melakukan penyerangan di Papua. Bahkan Desember ini banyak sekali korban jiwa dari penyerangan tersebut. KST sudah melanggar batas kemanusiaan dengan menghilangkan nyawa orang lain dengan kejam.<br \/>\nSelain itu, KST juga tega memenggal kepala warga yang dianggap sebagai musuh. Meski beralasan bahwa yang dibunuh adalah intel, tetapi tuduhan mereka salah karena korban hanya warga sipil biasa. Tuduhan ini sangat sering dilontarkan oleh KST dan merugikan warga sipil Papua.<br \/>\nKekejaman KST sangat disayangkan oleh masyarakat karena mereka menyerang aparat keamanan. Padahal aparat adalah sahabat rakyat. Terlebih yang menjadi korban adalah warga sipil yang mengikuti rombongan polisi. Korbannya adalah warga Papua tetapi dengan teganya ditembak oleh KST.<br \/>\nOleh karena itu saat ada operasi penangkapan anggota KST, maka masyarakat mendukung 100%. Mereka tak mempermasalahkannya, karena walau KST sama-sama orang Papua, tetapi kelakuannya sudah merugikan warga sipil di Bumi Cendrawasih.  KST adalah segerombol orang yang bertindak brutal dan sering melakukan pembunuhan, oleh karena itu harus lekas ditangkap.<br \/>\nKST adalah musuh nyata bangsa Indonesia, terutama rakyat Papua. Serangan KST langsung dikecam karena sangat ngawur dan menyengsarakan rakyat. Mereka tidak bisa beraktivitas dengan bebas karena takut jadi korban penyerangan KST. Oleh karena itu kelompok separatis itu terus diburu agar tidak lagi mengacaukan perdamaian di Bumi Cendrawasih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jayapura &#8211; Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua adalah musuh nyata bangsa Indonesia karena kelompok&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9873,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38,13,16,14],"tags":[1087,199,1010,39,786,58,60],"newstopic":[],"class_list":["post-9927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama-dan-pluralitas","category-kriminal","category-polhukam","category-ragam","tag-kaum-radikalisme","tag-kst-papua","tag-kstp","tag-papua","tag-papuadamai","tag-radikalisme","tag-terorisme"],"aioseo_notices":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9927"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9928,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9927\/revisions\/9928"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9927"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalredaksi.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}