Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Peran Tokoh Lintas Agama Tangkal Politisasi SARA, Bawaslu: Untuk Kebaikan Demokrasi

By redaksi
April 8, 2023 2 Min Read
Comments Off on Peran Tokoh Lintas Agama Tangkal Politisasi SARA, Bawaslu: Untuk Kebaikan Demokrasi

Jakarta — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bersama dengan para tokoh lintas agama terus berupaya secara bersama-sama untuk bisa menangkal adanya politisasi pada beberapa isu terkait dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Bukan hanya itu, namun mereka juga secara terintegrasi berupaya menangkal pula adanya politik identitas pada saat Pemilu 2024 mendatang.

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty menyampaikan bahwa penting adanya persamaan makna mengenai politisasi SARA sebagai upaya mitigasi dari Bawaslu.

“Perlu persamaan makna politisasi SARA dan politik identitas sebagai mitigasi bagi Bawaslu untuk melakukan pencegahan,” katanya.

Dirinya berharap, bahwa dengan adanya diskusi dengan para tokoh lintas agama tersebut, maka pihaknya akan mampu menyamakan persepsi mengenai politisasi SARA dan politik identitas.

Hal tersebut menurutnya penting untuk bisa membuat strategi dalam pencegahan politisasi SARA agar tidak terjadi pada perhelatan Pemilu 2024.

Keterlibatan para tokoh lintas agama dalam menanggapi isu adanya poltisasi SARA yang dibersamai oleh Bawaslu seperti ini menurut Lolly merupakan langkah untuk bisa memastikan semakin baiknya kualitas demokrasi di Indonesia.

Tidak sampai di sana, namun pihaknya juga sangat bertekad untuk melakukan pencegahan dan penindakan jika ada pelanggaran, yang mana itu juga mengindikasikan penguatan kualitas demokrasi.

“Upaya memastikan kualitas demokrasi kita makin baik, tentu dilihat dari seberapa kuat melakukan pencegahan dan menindak jika ada pelanggaran,” tambah Lolly.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI lainnya, Totok Hariyono mengaku bahwa dalam hal untuk bisa menanggulangi adanya politisasi SARA dan praktik politikidentitas, maka pihaknya mengedepankan konteks pencegahan.

Setelah dilakukannya pencegahan, baru selanjutnya adalah merupakan proses penindakan.

Skema tersebut menurutnya adalah bagian dari adanya konsep pemilu yang gotong royong yang terus dijunjung tinggi oleh Bawaslu RI.

“Kami lakukan pencegahan terlebih dahulu baru penindakan, itu bagian dari konsep pemilu gotong royong,” katanya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Mataram, Wahyudin Safari memprediksikan bahwa politik identitas akan selalu digunakan oleh oknum elite politik tertentu pada momentum Pemilu.

Maka dari itu, menurutnya dukungan dari seluruh pihak sangat penting untuk bisa secara bersama-sama mencegah adanya politik identitas.

“Saya mengajak seluruh organisasi kepemudaan wabil khusus PMII Mataram menjadi garda terdepan menangkal politisasi SARA,” ungkapnya.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Aparat Keamanan Jalin Sinergi Dukung Pemilu 2024

Next

Mewaspadai Konten Hoax Pemilu di Medsos

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Giochi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme