Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Buka ISF, Presiden Jokowi: Pentingnya Penyelesaian Kolaboratif Antar Negara Hadapi Perubahan Iklim

By redaksi
September 5, 2024 1 Min Read
Comments Off on Buka ISF, Presiden Jokowi: Pentingnya Penyelesaian Kolaboratif Antar Negara Hadapi Perubahan Iklim

Jakarta – Presiden Jokowi Widodo mengatakan pentingnya penyelesaian secara Kolaboratif dalam menghadapi perubahan iklim dunia. Selain itu juga penyelesaian secara berperikemanuasiaan juga penting agar tidak mngorbankan ekonomi kecil yang ada di sejumlah negara di belahan dunia.

Hal tersebut sampaikan Presiden Jokowi dalam pembukaan Indonesia Sustainability Forum (ISF) di Jakarta 5/9/2024.

Menurut Presiden Jokowi, betapa bahayanya ancaman perubahan iklim saat ini dan betapa pentingnya juga ekonomi berkelanjutan dalam hal ini.

Saya ingin tekankan perubahan iklim tidak dapat terselesaikan oleh dunia jika hanya melalui pendekatan ekonomi dan mementingkan ekonominya beserta egosentrisnya, ujar Presiden Jokowi.

Penyelesaian harus dilakukan secara berperikemanuasiaan dan dilakukan secara kolaboratif. Dalam hal ini secara kemanusiaan bermaksud agar tidak mengorbankan ekonomi kecil di sejumlah negara di dunia, imbuhnya.

Ekonomi hijau diperlukan untuk mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan untuk rakyat di seluruh dunia, pungkasnya.

Jangan pernah ragukan komitmen Indonesia dalam merealisasikan Net Zero Emission (NZE), tegas Presiden Joko Widodo.

Indonesia memiliki memiliki ekonomi hijau berlimpah. Kami memiliki pembangkit tenaga listrik terbesar di Asia Tenggara, jelasnya.

Selain itu , Indonesia juga memiliki hutan – hutan mangrove terbesar didunia sebanyak 3,3 juta hektar, ucapnya.

Disisi lain, indonesia memiliki industri hijau sebesar 13 ribu hektar, imbuhnya.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan semua itu tidak berpengaruh selama negara maju tidak berinvestasi, selama pendanaan tidak diberikan memperingan negara berkembang.

Indonesia sangat terbuka untuk bermitra dalam membuka akses energi hijau yang berkeadilan, tandasnya.

Saya berharap ISF menjadi tempat bertemunya pengalaman, sumberdaya dalam mengatasi iklim dengan melakukan kolaborasi antar negara, tutupnya.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Punya Potensi Energi Hijau Melimpah, Indonesia-Singapura Teken MoU di ISF 2024

Next

Kerja Sama Hijau Antar Negara di ISF 2024 Dorong Penerapan Energi Terbarukan

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme