Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

MBG Tunjukkan Dampak Nyata bagi Puluhan Juta Peserta Didik

By redaksi
March 2, 2026 2 Min Read
Comments Off on MBG Tunjukkan Dampak Nyata bagi Puluhan Juta Peserta Didik

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan dampak positif yang semakin nyata bagi dunia pendidikan nasional. Program ini telah dinikmati oleh puluhan juta peserta didik di berbagai daerah dan dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesehatan, kesiapan belajar, serta pembentukan karakter anak sejak usia dini. Kehadiran MBG tidak hanya menjawab persoalan gizi, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program makan bergizi merupakan ikhtiar strategis negara dalam menyiapkan kualitas manusia sejak dini. Menurutnya, anak-anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya akan memiliki fondasi yang kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkembang secara optimal.

“Program makan bergizi adalah ikhtiar menyiapkan kualitas manusia sejak dini, sehingga anak-anak dan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi,” tegas Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan bahwa MBG dirancang tidak semata sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang menyeluruh. Anak-anak yang sehat secara fisik diyakini lebih siap menerima pembelajaran, memiliki konsentrasi yang lebih baik, serta mampu mengembangkan potensi diri secara maksimal di sekolah.

Dalam perspektif nilai, Abdul Mu’ti mengaitkan arah MBG dengan konsep Islam bastatan fil ‘ilmi wal jism, yakni keunggulan ilmu pengetahuan yang berjalan seiring dengan ketangguhan raga. Ia merujuk pada kisah Thalut sebagai pemimpin yang dipilih bukan karena kekayaan materi, melainkan karena kekuatan fisik dan kebijaksanaan intelektual yang dimilikinya.

“Tafsir-tafsir modern menyebut bahwa amanah besar menuntut daya lahir dan batin yang dipandu iman, ilmu, serta upaya pendidikan yang sistematis. Kontekstualisasi hari ini menempatkan ilmu sebagai seluruh pengetahuan yang bermanfaat, dan jism sebagai kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup,” jelasnya.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Optimalisasi MBG, BRIN Dukung Gunakan Peta Potensi Laut Berbasis AI

Next

MBG Turut Gerakkan Perekonomian dan Pendidikan

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme