Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Gejolak Global Boleh Mengguncang, Fiskal Indonesia Tidak Ikut Limbung

By redaksi
March 10, 2026 2 Min Read
Comments Off on Gejolak Global Boleh Mengguncang, Fiskal Indonesia Tidak Ikut Limbung

Oleh : Achmad R )*
Perekonomian global saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian yang muncul dari meningkatnya tensi geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara besar. Konflik di beberapa kawasan strategis dunia serta dinamika kebijakan moneter negara maju membuat pasar keuangan global bergerak lebih volatil dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi stabilitas perdagangan internasional, tetapi juga berpotensi menekan kinerja fiskal banyak negara. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, Indonesia berupaya menjaga ketahanan fiskal agar tetap stabil dan tidak mudah terombang-ambing oleh gejolak global.
Tekanan global tidak bisa dipandang sebagai fenomena yang jauh dari kepentingan domestik. Ketika konflik geopolitik meningkat, harga komoditas energi, khususnya minyak cenderung melonjak dan berdampak langsung pada struktur anggaran negara. Indonesia sebagai negara yang masih mengimpor minyak mentah menghadapi risiko peningkatan beban subsidi energi dan kompensasi jika harga minyak dunia naik signifikan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama jika terjadi pelemahan nilai tukar atau perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga defisit anggaran maksimal tiga persen dan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) dibawah 40 persen.
Dalam kerangka kebijakan fiskal terbaru, pemerintah menempatkan APBN bukan sekadar sebagai dokumen perencanaan keuangan negara, tetapi sebagai instrumen stabilisasi ekonomi. APBN dirancang untuk tetap mampu menyerap guncangan eksternal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi domestik.
Pemerintah juga terus menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit anggaran di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Batas ini bukan sekadar angka teknis, tetapi merupakan jangkar kebijakan yang telah lama digunakan untuk menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan negara. Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menyampaikan bahwa berbagai simulasi dan stress test telah dilakukan untuk menguji ketahanan APBN terhadap berbagai skenario global, termasuk kemungkinan kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa defisit anggaran masih dapat dijaga di bawah ambang batas yang telah ditetapkan.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Fondasi Ekonomi Indonesia Kokoh di Tengah Dunia yang Bergejolak

Next

Tenang, Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme