Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat

By redaksi
March 27, 2026 2 Min Read
Comments Off on Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat

Oleh : Erlangga Pratama

Perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel dikhawatirkan menimbulkan krisis energi global, dan kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi global juga mulai mencuat setelah harga minyak global dalam ICE Brent (harga minyak yang ditentukan negara-negara Teluk) dan West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$ 100 per barel sampai US$ 130 per barel, namun Indonesia diyakini kuat secara ketahanan energi dan menjauh dari resesi.

Indonesia dinilai sebagai salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Posisi ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan paparan risiko rendah namun memiliki bantalan ketahanan yang kuat (low exposure, strong buffer).

“Beberapa negara, termasuk Indonesia, tampak relatif terisolasi (dari dampak buruk) berkat perpaduan sumber daya energi domestik dan kebijakan bantalan yang kuat,” tulis laporan terbaru The Economist bertajuk “Which country is the biggest loser from the energy shock”.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis yang jauh lebih stabil dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam. Meski sama-sama berada di zona low exposure, Indonesia tercatat memiliki skor ketahanan (resilience score) yang lebih tinggi, mengungguli Vietnam yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global.

Ketangguhan energi nasional ini didorong oleh status Indonesia yang sedang berada dalam jalur tepat (on track) menuju swasembada BBM jenis solar. Optimalisasi pemanfaatan minyak sawit domestik sebagai bahan baku bahan bakar nabati menjadi faktor kunci berkurangnya ketergantungan pada pasar luar negeri.

Selain itu, posisi Indonesia diperkuat oleh ketersediaan cadangan minyak (proven reserves) yang mencapai angka 2,4 hingga 4,4 miliar barel. Dengan kapasitas tersebut, ketahanan produksi minyak nasional diprediksi masih mampu menopang kebutuhan dalam negeri hingga 10 hingga 12 tahun ke depan.

Sektor ketenagalistrikan juga menjadi pilar pertahanan utama karena mayoritas pembangkit listrik di Indonesia tidak bergantung pada impor gas yang sensitif terhadap konflik Timur Tengah. Sebaliknya, pasokan listrik nasional didominasi oleh sumber daya dalam negeri, yakni batu bara serta pengembangan pembangkit energi terbarukan.

Langkah diversifikasi impor BBM bensin yang dilakukan pemerintah juga dinilai efektif dalam memitigasi risiko. Dengan memperluas sumber pasokan, Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada satu kawasan tertentu, sehingga guncangan di Selat Hormuz tidak la

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pengadilan Militer Sangat Efektif, Kasus Air Keras Butuh Penanganan Khusus

Next

Indonesia Dinilai Berada di Jalur Tepat dalam Membangun Ketahanan Energi

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme