Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

MBG dan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

By redaksi
April 30, 2026 2 Min Read
Comments Off on MBG dan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Oleh : Abdul Razak)*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini memasuki fase krusial: penguatan tata kelola sekaligus integrasi dengan sistem ketahanan pangan nasional berbasis lokal. Dalam konteks ini, MBG tidak lagi sekadar program pemenuhan gizi, melainkan instrumen strategis yang dapat menggerakkan ekonomi daerah, memperkuat rantai pasok pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Rencana pemerintah meresmikan pusat kendali atau National Command Center MBG pada pertengahan Mei 2026 menjadi langkah penting dalam memperbaiki koordinasi program berskala nasional ini. Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, menyampaikan bahwa pusat komando tersebut akan menjadi simpul utama pengendalian pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia. Ia menyebut peluncuran direncanakan sekitar 17 Mei 2026 dan akan berlokasi di Kemenko Pangan.

Menurut Nani, keberadaan command center bertujuan meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, langkah ini juga difokuskan pada perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah, kata dia, pada 2026 menaruh perhatian besar pada aspek kualitas, bukan sekadar ekspansi program. Hal ini penting mengingat MBG menyasar kelompok rentan yang membutuhkan jaminan keamanan dan kualitas pangan yang tinggi.

Upaya pembenahan tersebut terlihat dari langkah tegas pemerintah terhadap SPPG yang bermasalah. Tercatat sebanyak 1.789 SPPG diberhentikan sementara hingga 24 April 2026 akibat persoalan seperti kasus keracunan makanan dan standar higienitas yang tidak terpenuhi. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai 3.000 SPPG. Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada sejumlah permasalahan kompleks yang membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk kemungkinan relokasi dapur layanan.

Langkah korektif ini patut diapresiasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah m

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Wujudkan Daya Saing Global, Program Magang Nasional Diperluas ke Seluruh Indonesia

Next

Rantai Pasok Lokal dalam MBG Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme