Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Koperasi Desa Merah Putih Dorong Merek Kolektif untuk Perkuat Daya Saing UMKM

By redaksi
May 7, 2026 2 Min Read
Comments Off on Koperasi Desa Merah Putih Dorong Merek Kolektif untuk Perkuat Daya Saing UMKM

Jakarta – Transformasi koperasi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi lokal, namun masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar yang perlu segera dibenahi.

Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo, menyoroti bahwa jumlah koperasi di Indonesia sebenarnya sangat besar, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan kualitas dan keberlanjutan yang diharapkan.

Data Kementerian Koperasi tahun 2025 mencatat sekitar 220.000 koperasi, namun banyak yang tidak aktif dan hanya menyisakan papan nama tanpa kegiatan ekonomi nyata.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama koperasi produksi adalah belum adanya produk unggulan dengan identitas merek yang kuat.

“Melalui merek kolektif, anggota koperasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Mereka terhubung dalam satu ekosistem produksi dan pemasaran yang saling menguatkan. Ini akan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan anggota,” kata Bamsoet.

Ia menegaskan, Koperasi Merah Putih harus berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi daerah dengan peran yang lebih luas, mulai dari produksi hingga distribusi.

“Kita ingin koperasi menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Ketika produk lokal memiliki merek yang kuat dan sistem distribusi yang efisien, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat di sekitar koperasi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, menyatakan pemerintah tengah mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mengejar ketertinggalan koperasi dari sektor lain.

“Kalau kemarin berapa puluh tahun badan usaha milik swastanya maju, badan usaha milik negaranya maju, tapi badan usaha koperasinya ketinggalan jauh dari sisi aset, peluang usaha, maupun partisipasi masyarakat,” kata Ferry.

Ia menambahkan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung Presiden sejak awal pemerintahan.

“Presiden sejak awal terpilih sudah minta kepada kami untuk menjalankan pembaruan koperasi untuk mengejar ketertinggalan itu,” lanjutnya.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, menilai keberhasilan koperasi sangat bergantung pada keterkaitannya dengan ekonomi lokal.

“Koperasi bukan bekerja hanya untuk koperasi, tapi untuk menggerakkan ekonomi dasar. Jadi semestinya ada efek multiplier-nya termasuk terhadap penciptaan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran koperasi sebagai agregator produk lokal yang menghubungkan pelaku usaha kecil dengan pasar yang lebih luas.

Namun, ia juga mengingatkan agar pengembangan koperasi tidak justru mengganggu pelaku usaha yang sudah ada.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Investasi Kesehatan Berkualitas Anak dan Pelajar melalui Program CKG

Next

Kesehatan Berkualitas Generasi Muda dalam Penguatan Program CKG

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Giochi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme