Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ragam

Peta Jakarta 1618 Buktikan Sunda Kelapa Tidak di Jajah Kesultanan Banten

By redaksi
June 26, 2022 1 Min Read
Comments Off on Peta Jakarta 1618 Buktikan Sunda Kelapa Tidak di Jajah Kesultanan Banten

Jurnalredaksi, Jakarta– Peta tahun 1618, pra VOC, dibuat orang Belanda yang dikoleksi Ijzerman.

Ini port Jacatra, gerbang Jacatra yang batas selatannya Beos. Bukit2 Tambora yang melebar dari Glodok baru digusur XVIII M.

Konsentrasi penduduk di Kapuk Muara, Blandongan, dan Jembatan Lima. Selain di kawasan dalam peta.

Saat peta dibuat pembangunan Labuhan Kalapa II dan Kota Inten sudah selesai pada tahun 1540. Ke arah utara peta lokasi adalah Menara Syahbandar.

Blok merah dalam peta adalah kawasan Patih Kyai Arya.

Maka ada dua alat bukti tentang kepatihan Majakatera (Jacatra):

1. Dokumen perjanjian Portugis Malacca dan Sunda Kalapa 1521 yang menyebut Patih . Mundari

2. Peta Ijzerman yang memuat lokasi hunian Patih Kyai Arya.

Dengan demikian terbantah claim Kesultananan Banten yang berdiri 1552 menjajah Sunda Kalapa.

Peta ini juga menginfo gelar Kyai sudah dipakai di négri Betawi paling tidak tahun 1618.

Sebelah utara hunian Kyai Arya tertulis Batterij. Mestinya Ba’cere, hunian Peru.

Blok sebelah barat yang dibelah Kali Ciliwung dengan blok Timur adalah Port Jacatra. Inilah Kota Jacatra dimana ada pasar, alun2, dan messigiet (mesjid).

Port Jacatra bagian dari pembangunan labuhan Kalapa II 1522-1540.

Bangunan mesjid yang tersisa hingga kini mihrab.

Tetapi sulit disimpulkan bahwa ini mesjid tertua di Jakarta. Karena di sebelah barat Majakatera ada sumur bersuci yang dinamakan Mandi Rancan yang masih terpelihara hingga kini. Keberadaan Mandi Rancan dilaporkan Bujangga Manik dalam Lalampahan yang ditulis XIV M. RSaidi.

(CB/AA)

Tags:

Jakarta
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Presiden Jokowi Memahami Kebutuhan Rakyat

Next

Tokoh Masyarakat Dukung Pemekaran Wilayah Papua

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme