Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA & Agraria

Program CKG Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lebih Preventif

By redaksi
May 20, 2026 2 Min Read
Comments Off on Program CKG Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lebih Preventif

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperluas sebagai langkah memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan publik sekaligus menekan beban pembiayaan penyakit katastropik yang terus meningkat.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan bahwa program CKG telah menjangkau sekitar 19 juta masyarakat sepanjang Januari hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,16 juta orang telah tercatat menjalani pengobatan dan manajemen penyakit setelah terdeteksi memiliki risiko kesehatan tertentu.

“Sekitar 1,16 juta di antaranya telah tercatat menjalani pengobatan dan pengelolaan penyakit,” ungkapnya.

Menurut Benjamin, program yang mulai berjalan sejak Februari 2025 itu pada dasarnya ditargetkan mampu menjangkau 70 juta masyarakat pada tahun pertama pelaksanaan. Target tersebut berhasil dicapai melalui kombinasi peserta CKG tahunan sebanyak 46 juta orang dan 24 juta peserta CKG sekolah.

“Tahun ini, kami berharap dapat menjangkau 150 juta masyarakat. Namun, tentu akan lebih baik jika pada akhirnya CKG bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia ketika fasilitas kesehatan kita sudah lengkap,” jelas Benjamin.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini hipertensi, tuberkulosis, diabetes melitus, hingga persoalan status gizi masyarakat.

Selama ini, budaya pemeriksaan kesehatan berkala di Indonesia dinilai masih rendah karena masyarakat umumnya baru memeriksakan diri ketika hendak bekerja, menunaikan ibadah haji dan umrah, atau saat kondisi kesehatan sudah memburuk.

Padahal, berbagai penyakit katastropik yang selama ini membebani pembiayaan kesehatan nasional sesungguhnya dapat dicegah melalui deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat yang konsisten.

Benjamin menyebut anggaran BPJS Kesehatan untuk penyakit katastropik terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

“BPJS Kesehatan mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk penyakit katastropik, padahal penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah,” ujarnya.

Penguatan layanan kesehatan preventif menjadi bagian penting dalam membangun bangsa yang mandiri dan produktif. Dengan semakin banyaknya rumah sakit serta fasilitas kesehatan yang dibangun pemerintah, masyarakat diharapkan tidak hanya datang untuk berobat ketika sakit, tetapi juga memanfaatkan layanan deteksi dini dan pencegahan penyakit.

Program CKG sendiri saat ini telah diterapkan di puskesmas, sekolah, kementerian dan lembaga, serta berbagai komunitas masyarakat. #

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Kesehatan Perempuan Jadi Prioritas Pembangunan Manusia Berkelanjutan

Next

Transformasi Digital Kesehatan Dorong Pemerataan Layanan hingga Pelosok Negeri

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA & Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme