Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ragam

Kapan Indonesia bersenjata api?

By redaksi
July 4, 2022 1 Min Read
Comments Off on Kapan Indonesia bersenjata api?

Jurnalredaksi, Jakarta–Zona econ di Indonesia mempunyai pertahanan kuat.

Menurut laporan. Ferdinand Mendez Pinto, pasukan bayaran yang dipimpin orang2 Yahudi barbar pada tahun 1540 gagal menyerang zona econ Pasuruan pimpinan Pambekel.

Ranggalawe dari zona econ Tuban serang Majapahit pada XIV M karena mau memanfaatkan zona econ Tuban.

Pada abad XVI Banten gagal serang zona econ Lampung.

Begitu mudah Syahbandar Sunda Kalapa tolak permintaan JP Coen pada 1619 yang mau bikin markas di Majakatera, Jakarta sekarang. JP Coen tahu pasukan Betawi sudah bersrenjata api.

Betawi memiliki senapan api sebelum 1610. Tatkala Betawi menyerbu basis “pangeran” Jayakarta di Pajagalan tahun 1610, Betawi gunakan senjata api (re: van der Zee, 1922, lihat litho).

Dari mana Syahbandar memperoleh senjata api? Dari pasar senjata api di luar.

Ketika perang Sultan Agung vs VOC 1628-9, tentara Sultan Agung sudah tiba di Jakarta, menurut Belanda, Agustus 1628. Tapi mereka menyerang Belanda di Beos baru 1 Januari 1629. Pasukan Betawi dengan senjata api melibatkan diri.

Sultan Agung menang perang melawan Belanda.

Kemudahan memperoleh senjata api sampai akhir abad XIX.

Pitung membunuh orang Tionghoa di Bandengan dengan pistol pada tahun 1886 (re: Margriet van Tiel). Ia disidang dan dipenjara. Pistol dirampas. Tahun 1887 ia  lolos dari penjara dan membunuh Demang Kebayuran dengan pistol (ibidem). Aksi pembalasan karena Demang tembak mati sepupu Pitung.

Pemberontakan abad XX  baik yang dipimpin Entong Gendut Condet 1916, atau Kaiyin bapa Kayah Tangerang 1924 pakai golok. Pemberontakan ini bermotif nasionalisme dan keadilan.

(RS/AA)

Tags:

sejarah
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Mahasiswa Berperan Strategis Tangkal Radikalisme

Next

Mengapresiasi Pembentukan Satgas PMK

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme