Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ragam

Marras: Kambing Peru?

By redaksi
July 9, 2022 2 Min Read
Comments Off on Marras: Kambing Peru?

Jurnalredaksi, Jakarta– Sepertinya bukan. Meski tampang sama, marras bukan kambing. Politikus pengekor tak disebut marras.

Marras bukan kambing, photo atas. Ini hewan khas pegunungan Machu Pichu, Peru.

Orang Peru diperkirakan migrasi ke Andunisi sejak VIII/IX M. Mereka sendiri menyebut diri orang Lima, kota di Peru, yang kemudian jadi IKN.

De Lima akhirnya menjadi buah delima. Sebaran orang Peru cukup merata. Umumnya di Andunisi mereka retailer.

Ke Andunisi mereka membawa daun mint. Aturan pakai: cuci dulu daun itu, kemudian rebus. Lalu minum airnya dan tubuh terasa hangat. Dalam Melayu lama hangat itu padang. Dalam bahasa  serat Pararaton mint itu palapa.

Mint tumbuh di kawasan pegunungan. Misalnya Gn Padang, Cianjur. Di puncak Gn Padang ada barisan batu panjang. Yang melingkar itu paquita uchicus incanan, makam wanita. Yang persegi  panjang macho uchicus incanan, makam pria. Makam2 ini ada di Lampung, juga di Cipari, Kuningan. Di Jakarta pernah ada dan disebut gong, Teluk Gong. Lingkaran bebatuan itu  di tengahnya ada sebuah batu. Permukaan gong. Di Depok jug disebut gong. Orang Betawi menyebut instrument gong jadi go’ong.

Di Gn Padang tak ada pyramid seperti dulu pernah di-tebak2 arkaeolog UI. Pyramid itu peradaban Maya. Sedangkan orang  Peru itu Inca.

Di Jakarta hunian  Peru disebut Jamba Tana Lima, atau Jembatan Lima.  Tapi ada juga yang sebut Kampung Lima saja seperti di Kebon Siri.

Kalau di Sunda Kalapa hunian orang Peru disebut . Pakar Belanda permak jadi Batterij.

Orang2 Peru itu umumnya Katolik.

Peradaban Inca  juga melintas Carribea. Misalnya perkataan tabu (larangan) itu Carribea. Orang2 Carribea seperti Colombia yang membawa perkataan kali.

Bagaimana keakraban mereka dengan native?

Untuk menjawabnya saya kutip lagu kanak2 Betawi:

Sim sim ka lima lima ka sim.

Ka kata perangkai, tarjamahnya:

Selamat selamat orang2 Peru.

Artinya, native suka dengan orang2 Peru khususnya dan bangsa2  peradaban Inca umumnya. 

(RS/AA)

Tags:

Kambing Perusejarah
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Radikalisme Meretakkan Fondasi Bangsa dan Negara

Next

Mendukung Penertiban Lembaga Kemanusiaan Bermasalah

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme