Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

By redaksi
September 25, 2026 2 Min Read
Comments Off on Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

JAYAPURA — Penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama mendapat kecaman dari sejumlah tokoh adat Papua. Mereka menolak kekerasan terhadap masyarakat sipil serta mendorong penguatan keamanan dan penegakan hukum agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

Kepala Suku Meop, Jorgen Meop, mengatakan masyarakat perlu mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah. Ia menilai ketenangan masyarakat penting untuk mencegah munculnya persoalan keamanan lainnya.

“Kami mengecam penembakan terhadap tiga orang sipil di Distrik Muliama. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah,” tegas Jorgen Meop.

Dari Kabupaten Supiori, Kepala Suku Kp. Sorendiweri, Utrekt Manampaisem, turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia berharap pemerintah daerah tetap memberikan pelayanan publik secara optimal kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan berharap pemerintah daerah terus memberikan pelayanan publik secara optimal bagi masyarakat,” ujar Utrekt Manampaisem.

Sementara itu, Kepala Suku Lapago Wilayah Biak dan Supiori, Tomy Kogoya, meminta penembakan tersebut ditangani melalui mekanisme hukum. Ia mendorong aparat mengungkap pelaku dan memastikan proses penegakan hukum berjalan.

“Penembakan terhadap tiga warga sipil merupakan persoalan serius. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Tomy Kogoya.

Senada, Kepala Suku Modouw, Kp. Waena, Corneles Gustav Modouw, mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak ancaman terhadap aktivitas pemerintahan di Wamena.

“Kami mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak segala bentuk ancaman yang menghambat aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Corneles Gustav Modouw.

Ondofolo Kp. Homfolo, Anderson Tokoro, juga mendorong TNI dan Polri mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku.

“Kami berharap TNI dan Polri dapat mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku agar keamanan masyarakat tetap terjaga,” pungkas Anderson Tokoro.

Kecaman para tokoh adat tersebut menjadi seruan agar masyarakat tetap tenang, menolak kekerasan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan keberlangsungan pelayanan publik di Papua. (*)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Tokoh Adat Papua: Aksi OPM Tembak Warga Sipil Tak Manusiawi

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme