Integritas 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran Menjawab Harapan Rakyat pada Pemerintahan Bersih
Oleh: Abdul Gani*
Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, perhatian publik terhadap integritas dan kinerja pemerintahan semakin menguat. Integritas tidak hanya tercermin dari keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan strategis, tetapi juga dari konsistensi menjalankan program pembangunan, memperkuat penegakan hukum, serta memastikan manfaat kebijakan dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Gambaran positif terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo tercermin dalam survei Indonesia Network Election Survey (INES) yang dilakukan pada September 2026. Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo mencapai 79,3 persen, sementara tingkat kepercayaan berada pada angka 82,1 persen. Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan menyampaikan bahwa hasil tersebut menunjukkan adanya apresiasi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan menjelang dua tahun masa kepemimpinan.
Survei yang melibatkan 1.400 responden di 36 provinsi dengan metode multistage random sampling, margin of error sekitar 2,48 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen tersebut memberikan gambaran mengenai persepsi publik pada periode survei. Tingginya tingkat kepuasan dan kepercayaan menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga kesinambungan agenda pembangunan sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Penilaian positif juga terlihat dari apresiasi terhadap keberanian, ketegasan, dan kecepatan pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Sebanyak 78,2 persen responden memberikan apresiasi terhadap aspek tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa keberanian pemerintah mengambil keputusan strategis dinilai memiliki arti penting dalam mendorong percepatan pembangunan nasional.
Dukungan masyarakat juga terlihat pada berbagai program kesejahteraan. Penanganan kemiskinan memperoleh respons positif dengan 68,2 persen responden menyatakan puas atau cukup puas. Sementara itu, program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial mencatat tingkat kepuasan sebesar 78,7 persen. Data tersebut memperlihatkan bahwa agenda perlindungan sosial tetap menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu kebijakan yang mendapatkan perhatian besar masyarakat. Sebanyak 78,2 persen responden mendukung keberlanjutan program tersebut. Dukungan itu menjadi modal sosial bagi pemerintah untuk terus memperluas pelaksanaan MBG sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola, ketepatan sasaran, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hingga Agustus 2026, pelaksanaan MBG mencatat realisasi anggaran sekitar Rp134,2 triliun dan telah menjangkau sekitar 57 juta penerima. Skala tersebut menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dalam menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, khususnya anak-anak, pelajar, ibu hamil, dan kelompok penerima manfaat lainnya.