Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Prabowo Menjadikan Daerah sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru

By redaksi
October 19, 2026 2 Min Read
Comments Off on Prabowo Menjadikan Daerah sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru

Oleh: Dinda Widiasti )*

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperlihatkan semakin besarnya peluang daerah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Industri pengolahan, investasi, dan peningkatan produktivitas pertanian membuka ruang kemajuan bagi kabupaten dan kota. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 99 kabupaten/kota tumbuh di atas 6% pada semester I-2026, sebuah gambaran menggembirakan tentang potensi ekonomi yang berkembang di berbagai wilayah.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan nasional merupakan akumulasi kinerja ekonomi kabupaten, kota, dan provinsi. Artinya, kekuatan ekonomi Indonesia semakin ditentukan oleh kemampuan daerah mengoptimalkan keunggulannya. Ketika produktivitas meningkat dan investasi mengalir, manfaat pembangunan berpeluang menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan nasional.

Kabupaten Kendal dan Batang di Jawa Tengah memberikan contoh nyata. Keduanya mencatat pertumbuhan di atas 8%. Kendal berkembang melalui industri manufaktur, sementara Batang memperoleh dorongan dari kegiatan industri terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang. Kemajuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan industri dapat memperluas kegiatan usaha, membangun ekosistem produksi, dan menghadirkan kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Optimisme serupa muncul dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi Sidrap mendekati 7%, ditopang produktivitas pertanian dan investasi pengolahan porang. Capaian tersebut menegaskan bahwa daerah agraris juga mampu tampil sebagai pusat pertumbuhan. Keterhubungan antara pertanian, industri pengolahan, dan pasar dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperbesar pendapatan ekonomi daerah.

Perkembangan itu diperkuat oleh realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I-2026, meningkat 7,2% secara tahunan. Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mencatat investasi tersebut menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung. Angka ini menjadi sinyal positif bahwa masuknya modal turut membuka lapangan kerja serta mendorong kegiatan produktif di berbagai sektor.

Dampak investasi tentu dapat dibuat semakin luas. Ronny mengingatkan bahwa keberhasilan juga tercermin dari kemampuan investasi memperkuat industri domestik, melibatkan pemasok lokal, dan menciptakan pekerjaan berkelanjutan. Pandangan ini sejalan dengan kebutuhan daerah untuk menjadikan setiap investasi sebagai penggerak usaha kecil, rantai pasok, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Pasar kerja juga menunjukkan perkembangan. Data BPS Februari 2026 mencatat 147,67 juta penduduk bekerja, bertambah sekitar 1,90 juta orang dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 59,93 juta merupakan pekerja formal dan 87,74 juta pekerja informal. Kondisi ini menghadirkan peluang untuk terus memperluas pekerjaan formal yang berkualitas, memperbaiki perlindungan tenaga kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ronny menekankan pentingnya efek pengganda investasi. Dengan prioritas pada tenaga kerja setempat, pemasok domestik, dan pelatihan keterampilan, investasi dapat menggerakkan berbagai usaha pendukung. Semakin kuat keterkaitan antarsektor, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan keluarga pekerja, pelaku usaha lokal, dan perekonomian kabupaten maupun kota.

Kabar positif turut datang dari sektor pangan. Perum BULOG mencatat laba Rp2,4 triliun hingga 26 September 2026 berdasarkan penelaahan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa capaian tersebut berlangsung ketika pengadaan beras telah melampaui 4 juta ton setara beras sepanjang tahun berjalan. Kinerja itu memperlihatkan arti penting pengelolaan pangan yang semakin efektif.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pertumbuhan Ekonomi Dikuatkan lewat Sinergi Daerah

Next

Prabowo Membawa Pertumbuhan Ekonomi Makin Inklusif

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Giochi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme