Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Rakyat Jadi Prioritas Menuju Indonesia Sejahtera
Oleh: Bagas Wicaksono*
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan nasional yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Berbagai kebijakan strategis diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas perlindungan sosial, dan memperkuat kemandirian bangsa. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, penguatan koperasi desa, serta pengembangan industri nasional, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui kebijakan yang adaptif dan berkelanjutan. Kemampuan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dan mengendalikan inflasi menjadi modal penting untuk mempertahankan aktivitas usaha, mendukung daya beli masyarakat, serta melanjutkan berbagai program prioritas. Stabilitas ekonomi tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk memperluas pembangunan sekaligus mendorong pemerataan kesempatan ekonomi di berbagai daerah.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menilai ketahanan ekonomi Indonesia merupakan modal penting dalam menghadapi tekanan global. Pertumbuhan ekonomi yang terjaga, inflasi yang terkendali, dan pengembangan hilirisasi menjadi faktor pendukung bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Ke depan, peningkatan produktivitas dan penguatan struktur ekonomi diharapkan semakin memperbesar manfaat pertumbuhan bagi masyarakat sekaligus memperkokoh daya saing Indonesia.
Penguatan hilirisasi juga menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, Abra El Talattov, menilai perluasan hilirisasi yang terintegrasi dengan industri padat karya dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Pengembangan pengolahan lanjutan akan memperluas keterlibatan industri domestik, mendorong pertumbuhan industri pendukung, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan demikian, investasi tidak hanya memperkuat kapasitas produksi nasional, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Pembangunan yang berorientasi pada rakyat turut diwujudkan melalui program Makan Bergizi Gratis. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses makanan bergizi, mendukung tumbuh kembang anak, dan mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat serta produktif. Pelaksanaannya juga membuka peluang bagi petani, peternak, koperasi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk terlibat dalam rantai pasok pangan. Dengan mengoptimalkan potensi produsen lokal, MBG berpeluang memperkuat perekonomian daerah sekaligus menghubungkan peningkatan gizi masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Upaya memperkuat ketahanan pangan juga dapat didukung melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Abra El Talattov, yang juga menjabat Kepala Center of Food, Energy and Sustainability Development INDEF, menilai koperasi desa berpotensi menjadi agregator yang menghubungkan produsen dengan pasar serta mendistribusikan komoditas dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan. Peran tersebut dapat memperluas akses pasar bagi petani dan peternak sekaligus membantu menjaga keseimbangan pasokan serta keterjangkauan harga pangan bagi konsumen.
Dalam konteks peningkatan produksi pangan, penguatan fungsi KDMP dapat menjadi bagian dari upaya memperluas penyerapan hasil produksi dan memberikan kepastian pasar bagi produsen. Dukungan jaringan distribusi, fasilitas penyimpanan, serta lokasi koperasi yang dekat dengan masyarakat akan semakin memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa.