Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ragam

Maen Pukulan plus

By redaksi
July 24, 2022 1 Min Read
Comments Off on Maen Pukulan plus

Jurnalredaksi, Jakarta– Syahbandar Sunda Kalapa 1518-1540. Ialah penggagas maen pukulan Syahbandar. Perguruan yang ia dirikan yang masih berfungsi di Wanayasa, Purwakarta. Setau saya sampai tahun 2000-an di Karang Anyar, Sawah Besar, Syahbandar masih diajarkan penerus  Kyai Arya. Ia patih Majakatera setelah Mundari.

Setelah ini sejarah hilang jejak. Baru tahun 1800 muncul Bapa Slamet yang jadi staf Daendels. Namanya tak diketahui. Ia putra orang bernama Slamet.

Pada tahun 1870-an muncul seorang  ahli Tarekat di Pecenongan nama

Guru Cit. Ia ayah Muhamad Bakir seorang pengarang yang berkiprah 1890-1910.

Aliran maen pukulan Guru Cit memasukan  unsur kena’at dan ngumbara.  Keduanya sebenarya exercise, tapi mengandung risiko elmaut

Kena’at konservasi enerji, misal meloncati kali. Ngumbara kelana sendiri berjalan kaki. Route yang ditempuh biasanya ke Pulo Cengkir, Banten (bukan Cangkir) via kampung Mauk.

Akibat  penberontakan tarekar yang disulut Ahmad Rifangi Pekalongan tahun 1856, sejak itu Belanda mengawasi tarekat dengan ketat.

Guru Cit menolak waktu Belanda minta agar perguruannya ditutup.

Murid2 Guru Cit a.l Cing Sairin Cawang yang mendalangi pemberontakan Condet 1916 dan Tangerang 1924. Murid2nya yang lain banyak yang menjadi pengikut politik MH Thamrin seperti Alihun, Tenabang, Ja’man, Sawah Besar, Na’ipin, Kemayoran, Cing Sairin, asal Cawang kemudian menetap di Jembatan Lima. Ketika pernikahan MH Thanrin 1918 seluruh jago2 Betawi kumpul semua. Perguruan Guru Cit, dan murid2nya, anti Belanda.

(RS/AA)

Tags:

sejarah
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Kekejaman KST Papua Melampaui ISIS

Next

Budaya dan Kearifan Lokal Solusi Hadapi Radikalisme

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme