Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ragam

Norbék Noordwijk: Pertokoan elit Belanda

By redaksi
August 19, 2022 1 Min Read
Comments Off on Norbék Noordwijk: Pertokoan elit Belanda

Jurnalredaksi, Jakarta– Pada era Nederlands Indie yang bermula 1826, mereka memberi nama2 jalan. Kedua ruas jalan yang mengapit sodetan Ciliwung: Pintu Air-Harmoni, yang di utara diberi nama Noordwijk, tapi yang selatan bukan Zuidwijk tapi Rijswijk. Belanda paham bahwa tempat itu bekas sawah.

Dalam lidah  Betawi Noordwijk jadi Norbék. Ketika diganti jadi Jalan Nusantara, tetap Norbék, diganti lagi jadi Jalan Juanda tetap saja Betawi menyebutnya Norbék.

Norbék pertokoan super elit di Jakarta. Jam tangan, berlian, instrument music, lisong, stelan jas, semua serba mahal. Konsumen pun Hollander ent Europeaner. Chinezen

saja tak ada. Mereka di Pasar Baru,  Pancoran, dan Senen Toko Baba Gemoek. India di Pasar Baru saja. Arabieren di Tenabang dan Sawah Besar Alhambra.

Betawi dimana? Buat ente paham beberapa toko di Norbék milik orang Betawi Haji Sapi’ie. Jalan depan rumahnya di kawasan Pasar Baru dinamakan Gang Sapi’ie.

Tak ada tokoh Nasional mulai dari HOS Tjokro, Haji Agus Salim, Soekarno, Soetomo, yang kalau ke Jakarta di jaman Belanda yang tidak bersinggah di rumah Haji Sapi’ie. Ini dituturkan Buya Hamka. Buya sering berkunjung ke rumah Haji Sapi’ie, apalagi MH Thamrin.

Norbék di jaman Bung Karno kalau Agustusan selalu berhias lampu2 gemerlapan warna warni. Di Ciliwung orang2 bermain perahu. Ramai dan indah sekali.

Batas barat Norbék Jalan Pecenongan, toko paling timur pertokoan Norbék Toko Ataka, toko yang ramai pengunjungnya di samping toko Tatto

(RS/AA)

Tags:

Sejarah Betawi
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Mengapresiasi Rencana Groundbreaking IKN oleh Presiden Jokowi

Next

Waspada Provokasi Penolakan Otsus dan DOB Papua

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme