Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ragam

Tembok Ratapan di Jalan Tongkol Arkaeologi Jakarta

By redaksi
September 12, 2022 2 Min Read
Comments Off on Tembok Ratapan di Jalan Tongkol Arkaeologi Jakarta

Jurnalredaksi, Jakarta– Situs Tongkol terletak di Jl Tongkol di selatan Jl Lodan. Titik temu kedua jalan; itu di jembatan menuju menara Syahbandar.

Tongkol bukan nama ikan. Fonetik tongkol dan dongkol berdekatan. Maknanya juga semirip.

Tongkol ratapan. Dongkol kheki atau jengkel.

Petunjuk ke arah situs Tongkol datang dari nama Syahbandar Kalapa abad XVII awal sebelum dan sesudah berdiri VOC Aria Rana Manggala (see: van der Zee, 1922). Aria ras yang datang dari Asia minor berbatas dengan India. Rana rabi Yahudi. Manggala berkalung tasbih.

Orang Arya kelompok ini darah bukan Jew, ritual Jewish.

Banyak dari mereka pebisnis.

Situs Tongkol terdiri dari 2 unit loji, lihat photo atas. Tembok ratapan dua lapis masing2 tinggi 4 meter. Kelebaran mungkin 10 meter, kondisinya sudah rusak hingga sulit diukur dengan tepat. Berikutnya Kalasa Saya lorong insan berupa terowongan dari tembokan

Kalasa Saya tempat ritual dimana bermula jemaat menunggu kedatangan rabi di depan Kalasa Saya. Begitu rabi muncul jemaat bernyanyi:

Chacha mari cha hohoy

Chacha mari cha pong tipong tipong balong.

Chacha panggilan akrab rabi. Pong tipong balong, mari berlindung di tempat aman.

Dengan dipimpin rabi jemaat berbaris satu-2 sambil kedua tangan ditumpu di kedua belah bahu yang di depan. Mereka masuk Kalasa Saya sambil bernyanyi.

(Teks lyric asli diadaptasi lagu kanak2 Betawi, tapi tak mengubah makna bahkan kata2

asli masih banyak tersisa.

Wak wak gung

Nasinya nasi jagung

Lalapnya lalap utan

Sarang gaok pu’un jagung gang ging gung

Pit ala ipit kuda lari kejepit – sipit

Bok Eran Bok Eran

Bang Udin mau kawin

Potong kerebo pendek

Potong kerebo tinggi

Gamelan jegar jegur

Ta’ em em Ta’ em em

Setelah wak wak gung rabi ceramah. Acara dikonci dengan ramai menangis me-ratap2 di Tongkol, tembok ratapan.

Situs Tongkol kata archaeolog benteng (kasteel). Kasteel di pinggir kali, ada2 aja. (CA/AA)

Tags:

Jakartasejarah
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

RKUHP Mendapat Dukungan dari Berbagai Elemen Masyarakat

Next

Kronologi beragama di Betawi X SM – XIX M

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme