Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Polhukam

Kyai Marsudi Ajak Tabayyun dan Jaga Kerukunan Jelang Pemilu 2024

By redaksi
February 24, 2023 2 Min Read
Comments Off on Kyai Marsudi Ajak Tabayyun dan Jaga Kerukunan Jelang Pemilu 2024

Tahun politik memiliki ciri tersendiri, maka ketka mengambil posisi politik akan membentuk situasi yang bermacam-macam. Oleh sebab itu, Pemilu diharapkan menjadi ritual yang biasa saja sehingga masyarakat diimbau untuk tenang dan menyikapi secara biasa saja, apalagi jika sampai mengancam NKRI.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Marsudi Syuhud, dalam sebuah acara dialog di TVRI pada Jumat (24/2)

Menurut Kyai Marsudi, tujuan politik adalah pertama untuk mengkomposisikan rencana-rencana lima tahun kedepan. Kedua untuk menyatukan, jika masyarakat bangsa sudah disatukan maka kemudian harus gotong royong dan mengecilkan suara kebisingan. Oleh sebab itu, Pemilu diharapkan berjalan aman dan nyaman.

“Inti politik itu bagaimana untuk menyatukan bukan untuk mencerai beraikan. Kalo ditempat ibadah, itu ada latar belakang yang berbeda semua bisa masuk masjid. Masjid atau gereja diharapkan dapat menyatukan segala background masyarakat bukan memecah belah. Jangan sampai pulang dari masjid malah memecah kerukunan bersama,” tutur Wakil Ketua MUI.

Sementara itu, Khususnya terkait pidato Megawati Soekarnoputri soal ibu-ibu pengajian, Kyai Marsudi Syuhud ajak masyarakat untuk tabayyun atau mencari kejelasan atas sebuah kebenaran.

“Kalau saya liat itu begini, tujuan orang ngomong pada satu statemen atau lafalnya yang mengerti adalah orang yang mengungkapnya nah jika ada orang yang menanggapi statemen itu mungkin ada pasnya mungkin ada tidak pasnya,” tutur Kyai Marsudi.

Kyai Marsudi menjelaskan bahwa pernyataan dapat ditafsirkan macam-macam, sehingga bisa benar dan salah. Oleh sebab itu, dirinya mengajak kepada masyarakat untuk melaksanakan tabayyun agar dapat mengetahui maksudnya secara jelas.

“Bagi orang yang menanggapi adalah sesuatu yang kira-kira, tafsiran mereka sendiri,. Tafsiran itu bisa benar dan salah. Oleh sebab itu ada konteks namanya tabayyun,karena tidak mungkin seorang ibu Megawati melarang pengajian karena beliau seoarang Muslim, tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa’adi mengaku bahwa dirinya memiliki prasangka baik dengan yang dimaksud pidato dari Megawati Soekarnoputri.

“Saya berprasangka baik terhadap apa yang disampaikan oleh ibu Megawati terkait dengan pernyataan beliau tentang ibu-ibu pengajian,” ujar Kyai Zainut.

Menurutnya, Megawati bukan melarang atau tidak senang dengan kegiatan pengajian tersebut, tetapi sebaiknya dalam mengatur waktunya harus lebih proporsional. Sehingga, tugas utama sebagai seorang ibu yaitu merawat, membimbing, dan mendidik anak bisa lebih maksimal.

“Yang disampaikan oleh Megawati harusnya dipandang sebagai sebuah kritik yang konstruktif, dan bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi,” ungkap Wamenag

Tags:

kyai marsudi suhudpemilu damai 2024wakil ketua umum mui
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Kyai Marsudi Syuhud: Sikap Tenang Jadi Modal Jaga Perdamaian di Tahun Politik

Next

Respon Pidato Megawati Soal Pengajian, Waketum MUI: Perlu Untuk Tabayyun

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme