Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Ekonomi dan Investasi

Pengalaman Diterpa Krisis Dunia, Kemenkeu dan Otoritas Terkait Bisa Jaga RI Hadapi Efek US Banking Crisis

By redaksi
March 18, 2023 2 Min Read
Comments Off on Pengalaman Diterpa Krisis Dunia, Kemenkeu dan Otoritas Terkait Bisa Jaga RI Hadapi Efek US Banking Crisis

Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo sebelumnya mengingatkan dampak domino dari tumbangnya bank-bank di Amerika Serikat (AS), seperti Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank, terhadap Indonesia.

Kementerian Keuangan RI, telah mengantisipasi dampak kondisi sektor perbankan di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, meski Indonesia tidak memiliki ketergantungan yang besar terhadap AS, tetapi ancaman krisis perbankan di negara tersebut dapat berdampak pada perekonomian global.

Menanggapi kondisi tersebut, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Indonesia, Dr. Teguh Dartanto, Ph.D, meyakini bahwa sektor keuangan Indonesia jauh lebih prudent dari sebelumnya.

“Indonesia telah melampaui pengalaman menghadapi berbagai krisis. Dari krisis tahun 1998, perbankan Indonesia bisa bangkit dan lebih prudent. Dampak krisis global tahun 2008, kita bisa fight dan cukup imun,” pungkasnya.

Pihaknya juga sepakat dengan keyakinan Menkeu Sri Mulyani bahwa kondisi Indonesia cukup aman karena pengalaman masa pandemi Covid-19 berdampak pada krisis perekonomian yang mana telah membuktikan kemampuan pihak otoritas menjaga  Indonesia dari hantaman krisis.

“One of the best sebagaimana Ibu Menkeu sampaikan, selama pandemi Covid-19, dengan good policy dan good luck baik dari isu kesehatan yang terkontrol, kebijakan sektoral, sektor fiskal, sektor moneter, sektor keuangan, dan koordinasi baik antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS, telah cukup baik,” ungkap Teguh.

Teguh juga mengapresiasi kinerja Kemenkeu dalam menjaga kondisi keuangan negara selama ini. Teguh menekankan bahwa Kemenkeu sudah memperkirakan kejatuhan SVB itu tidak akan separah kebangkrutan bank saat krisis keuangan 2008 karena keterkaitan portofolio SVB dengan sektor keuangan Indonesia terbatas.

Senada dengan pandangan Teguh, Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia, Muhammad Edhie Purnawan menyatakan Indonesia cukup dipercaya sehingga akan lebih aman.

“Kondisi perbankan di Indonesia lebih aman. Namun, yang perlu diperhatikan adalah perusahaan atau start up yang pendanaannya terhubung pembiayaan dari AS,” kata Edhie.

Edhie menekankan bahwa bank di Indonesia tidak perlu khawatir. Karena sejauh ini yang terdampak adalah composite index AS dan Eropa, sementara efek ke Indonesia adalah sentimen pasar di IHSG.

“Bank-bank di Indonesia relatif aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak begitu berdampak besar,” jelas Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada ini.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

<em>PYCH Bantu Pemasaran Produk Peternakan Ayam Petelur Binaan PMI</em>

Next

Sejumlah Bank Di AS Bangkrut, Pakar Ekonomi Percaya Upaya Menkeu Selamatkan Indonesia dari Krisis Global

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme