Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Brutal, OPM Tembak Mati Wanita di Intan Jaya

By redaksi
May 28, 2025 2 Min Read
Comments Off on Brutal, OPM Tembak Mati Wanita di Intan Jaya

Intan Jaya – Aksi kekerasan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menelan korban jiwa. Kali ini, seorang perempuan lanjut usia yang mengalami gangguan jiwa, Mama Hertina, menjadi sasaran brutal kelompok separatis bersenjata tersebut. Ia ditembak mati tanpa ampun di Kampung Dugusiga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, hanya karena dituduh sebagai mata-mata TNI.

Peristiwa memilukan ini menjadi sorotan luas karena korban dikenal sebagai warga sipil yang sama sekali tidak bersenjata dan hidup dalam kondisi keterbatasan mental. Menurut keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, Mama Hertina terakhir terlihat hidup pada 15 Mei 2025, usai mengungsi ke Kampung Mamba Bawah untuk menghindari ancaman kelompok bersenjata. Ia kemudian dilaporkan hilang dari posko pengungsian, dan warga menduga ia mencoba kembali ke kampung asalnya di Jaindapa.

“Dalam perjalanan pulang itulah ia dicegat dan dieksekusi oleh kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya. Mereka menuduh Mama Hertina sebagai intel TNI, padahal korban adalah perempuan lanjut usia yang mengalami gangguan jiwa dan kerap berjalan sendirian di hutan,” ungkap Mayjen Kristomei.

Kristomei menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit TNI dalam peristiwa tersebut. Ia menyebut narasi yang menyalahkan aparat hanyalah hoaks yang sengaja diciptakan oleh OPM untuk membangun opini sesat dan memecah belah hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan.

“Faktanya, sejak 15 Mei, TNI telah ditarik dari Kampung Sugapa Lama atas permintaan Bupati dan tokoh masyarakat setempat. Kejadian ini murni akibat aksi brutal kelompok separatis bersenjata,” jelasnya.

Jenazah Mama Hertina telah dimakamkan secara adat oleh warga setempat pada hari yang sama saat ditemukan. Pihak TNI menyampaikan duka cita mendalam dan menyerukan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh provokasi maupun informasi menyesatkan yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan waspada terhadap narasi fitnah yang disebar kelompok separatis. Kejadian ini justru membuktikan bahwa OPM tidak segan menebar teror terhadap siapa pun, bahkan terhadap warga sipil yang paling rentan sekalipun,” tegas Kristomei.

Ia menambahkan bahwa setiap upaya memecah belah antara aparat dan rakyat Papua adalah strategi licik yang dijalankan kelompok separatis untuk melemahkan kepercayaan publik. Pemerintah dan aparat keamanan, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga keselamatan warga dan mendorong penyelesaian damai atas konflik di Papua

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Waspadai Hoaks OPM, Lindungi Kebenaran untuk Papua

Next

Pemerintah Perkuat Langkah Pemberantasan Judi Daring, OJK Siap Blokir Ribuan Rekening

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme