Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA & Agraria

Lima Prinsip Keamanan Pangan BGN Jadi Panduan Utama Program MBG

By redaksi
October 31, 2025 2 Min Read
Comments Off on Lima Prinsip Keamanan Pangan BGN Jadi Panduan Utama Program MBG

Jakarta, Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan distribusi, tetapi juga dari jaminan mutu dan keamanan pangan yang disajikan kepada peserta didik.

Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan Lima Prinsip Keamanan Pangan sebagai panduan utama pelaksanaan MBG di seluruh daerah. Prinsip tersebut mencakup kebersihan, pemisahan bahan mentah dan matang, pemasakan yang sempurna, penyimpanan pada suhu aman, serta penggunaan air dan bahan baku yang bersih.

Penerapan lima prinsip tersebut menjadi dasar pengawasan di setiap rantai penyediaan pangan MBG, mulai dari dapur sekolah hingga mitra penyedia bahan makanan. Melalui pendekatan ini, BGN berupaya memastikan bahwa makanan yang diterima anak-anak sekolah bukan hanya bergizi, tetapi juga aman dari potensi kontaminasi bakteri dan bahan kimia berbahaya.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang mengatakan BGN terus memperkuat tata kelola dan peningkatan kualitas gizi anak bangsa melalui program MBG. Dalam rangka menjaga kualitas, higienitas, dan SOP, BGN telah menutup sementara 112 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dapur MBG.

“Kalau sudah memenuhi syarat, bisa beroperasi kembali. Tapi prinsip kami jelas, lebih baik dapur berhenti sementara dari pada membahayakan kesehatan anak-anak,” kata Nanik.

Setiap sekolah dan penyelenggara dapur umum diwajibkan mengikuti pelatihan Good Hygiene Practice (GHP) dan Good Handling Practice (GHaP) agar memahami standar operasional penyajian makanan. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan juga diminta melakukan inspeksi rutin serta pengambilan sampel acak untuk memastikan standar keamanan dipatuhi secara konsisten.

“Di beberapa daerah percontohan, pengawasan melibatkan laboratorium pangan untuk menguji kadar logam berat dan residu pestisida pada bahan segar,” imbuh Nanik.

Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Dr. Nurjeani mengatakan lima prinsip keamanan pangan sebagai panduan utama bagi seluruh penerima MBG menjadi fondasi penting dalam menjaga mutu dan keamanan pangan siap saji sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami ingin memastikan para penjamah pangan memahami pentingnya pengolahan pangan yang aman, higienis, dan bergizi,” ungkap Nindy.

Selain menjamin keamanan, penerapan prinsip BGN juga menjadi langkah preventif terhadap potensi gangguan kesehatan massal seperti keracunan makanan di sekolah. Dengan sistem pelaporan cepat dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemerintah Optimis Program MBG Capai Target 82,9 Juta Orang pada Akhir Tahun 2025

Next

Kerjasama Pusat-Daerah Dorong Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai Investasi SDM Nasional

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA & Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme