Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Keterlibatan Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas Suplai Bahan Baku MBG

By redaksi
November 30, 2025 2 Min Read
Comments Off on Keterlibatan Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas Suplai Bahan Baku MBG

Banten – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan mendukung tumbuh kembang generasi emas di masa depan. Namun, di balik keberhasilan program ini, terdapat satu faktor penentu yang tidak bisa diabaikan, yaitu keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas suplai bahan baku pangan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengatakan, pasokan pangan harus diperkuat seiring meningkatnya jumlah Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG).

“Pelibatan masyarakat akan membantu pasokan bahan baku, seiring meningkatnya jumlah SPPG,” ujar Sony.

Saat ini lebih dari 15 ribu dapur BGN telah beroperasi di berbagai daerah. Peningkatan permintaan komoditas seperti sayur, telur, dan buah-buahan mulai dirasakan di beberapa wilayah, memicu kelangkaan dan kenaikan harga. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk berkebun dan beternak di lingkungan rumah sebagai upaya menstabilkan pasokan.

“Urban farming atau bercocok tanam di halaman rumah bisa menjadi bagian dari solusi, agar daerah tidak terlalu bergantung pada rantai distribusi yang panjang,” kata Sony.

Sony juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengoordinasikan produksi pangan lokal.

“Pemda dapat mengoordinasikan produksi sesuai potensi desa. Misalnya satu desa fokus menanam wortel, desa lain pisang, dan desa berikutnya beternak ayam petelur atau pedaging. Dengan pola itu, daerah akan memiliki penyangga bahan baku untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG yang terus meningkat,” ungkap Sony.

Sementara itu, Asisten Daerah Provinsi Banten, Komarudin sudah melihat hasil nyata program MBG khususnya bagi keluarga miskin karena mengurangi beban pengeluaran belanja termasuk penyerapan tenaga kerja.

“Dapur MBG baru separuh yang dibangun. Bila target 1.300 dapur MBG terpenuhi, akan terjadi perputaran ekonomi senilai Rp 12 triliun, sementara APBD provinsi Banten hanya Rp 11 triliun rupiah,” jelas Komarudin.

Karena itu pula, Pemerintah Provinsi Banten terus berbebah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG di Tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten. Mereka juga tengah menyediakan kantor bagi Satgas MBG di Pendopo Kantor Gubernur Banten, sebagai bentuk dukungan penuh Pemerintah Provinsi Banten terhadap program MBG.

Program MBG bukan sekadar agenda pemerintah semata, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Ketika masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dapat berjalan seiring, stabilitas suplai bahan baku akan terjamin, dan manfaat program ini akan dirasakan secara lebih luas dan merata.

Keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya sebatas sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak utama keberhasilan MBG. Dengan fondasi kolaborasi yang kuat, Indonesia selangkah lebih maju dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemerintah Terus Gencarkan Sosialisasi Pola Makan Sehat melalui Program MBG

Next

Jelang Reuni 212, Masyarakat Diimbau Untuk Tidak Terprovokasi

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme