Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

MBG Ramah Ramadan: Menjaga Gizi, Menghormati Ibadah

By redaksi
February 21, 2026 2 Min Read
Comments Off on MBG Ramah Ramadan: Menjaga Gizi, Menghormati Ibadah

*) Oleh : Hifi Wardani )*

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Aktivitas belajar, bekerja, dan berinteraksi sosial berjalan dalam ritme yang menyesuaikan dengan ibadah puasa. Dalam konteks ini, kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih adaptif dan sensitif terhadap kebutuhan umat Muslim. Konsep “MBG Ramah Ramadan” menjadi penting agar program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Program ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi juga wujud kepedulian negara terhadap keseimbangan antara kesehatan dan spiritualitas.

MBG pada dasarnya dirancang untuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan memperoleh asupan gizi seimbang. Namun, selama Ramadan, pola konsumsi masyarakat berubah signifikan. Waktu makan terbatas pada sahur dan berbuka, sementara aktivitas harian tetap berjalan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, perubahan pola ini berpotensi menurunkan asupan energi dan konsentrasi, khususnya bagi pelajar. Karena itu, pendekatan MBG Ramah Ramadan dapat diarahkan pada penyediaan paket gizi yang bisa dikonsumsi saat berbuka atau dibawa pulang untuk sahur, sehingga manfaatnya tetap dirasakan tanpa mengganggu ibadah puasa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa bagi siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa, program MBG akan tetap berjalan dengan menyediakan makanan kering yang bergizi dan mudah dibawa pulang. Menu yang disiapkan antara lain telur rebus, roti, dan kurma, yang merupakan sumber energi dan nutrisi penting untuk menjaga stamina selama berpuasa.

Penyesuaian menu ini bertujuan untuk menghormati kekhusyukan bulan Ramadan dan memastikan siswa muslim tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup tanpa mengganggu ibadah puasa mereka. Makanan kering dipilih karena praktis, tahan lama, dan mudah dikonsumsi saat sahur atau berbuka puasa. Selain itu, kandungan gizi dalam makanan kering tersebut juga telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa selama berpuasa.

Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina menjelaskan program MBG selama Ramadan harus disosialisasikan dengan narasi yang menekankan penghormatan terhadap ibadah. Sekolah, orang tua, dan siswa perlu memahami bahwa program ini fleksibel dan tidak memaksa peserta didik untuk makan di siang hari. Transparansi ini akan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. Bahkan, program ini dapat menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa, termasuk anjuran minum cukup air saat sahur dan berbuka serta memilih makanan bergizi seimbang.

Lebih jauh, MBG Ramah Ramadan juga dapat memperkuat nilai gotong ro

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Ramadan Berjalan, Pemerintah Salurkan BPNT Rp600.000 Secara Bertahap

Next

Ayo Kawal MBG: Gizi Berkualitas untuk Generasi Emas

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme