Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Ramadan Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Tangkal Radikalisme

By redaksi
February 25, 2026 2 Min Read
Comments Off on Ramadan Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Tangkal Radikalisme

Jakarta – Semangat persatuan dan harmoni antarumat beragama menguat di Ibu Kota Nusantara dalam kunjungan kerja Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Masjid Negara IKN.

Momentum Ramadan 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai ruang konsolidasi nilai kebangsaan di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai polarisasi.

Kehadiran Menteri Agama menegaskan bahwa pembangunan Nusantara beriringan dengan penguatan toleransi, pelayanan publik, serta pembentukan ekosistem sosial yang inklusif dan harmonis.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi strategis yang melampaui dimensi ibadah mahdhah, sehingga harus menjadi simbol persatuan bangsa, termasuk menolak ancaman radiikalisme yang kerap menyusup melalui ruang-ruang keagamaan.

“Masjid ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat. Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, rumah besar untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Pesan tersebut selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan moderasi beragama sebagai strategi nasional dalam merawat kebinekaan. Ramadan dinilai sebagai momentum paling efektif untuk memperluas narasi Islam rahmatan lil alamin yang menyejukkan dan inklusif.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa Ramadan 2026 harus dijadikan momentum memperkuat persatuan nasional. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan bahan polemik yang kontraproduktif.

“Yang paling penting, umat Islam harus saling menghormati perbedaan ini karena berangkat dari keyakinan dan metodologi masing-masing. Jangan mengaburkan esensi Ramadan dengan polemik yang tidak produktif,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat ibadah sekaligus memperluas rasa toleransi dan persaudaraan lintas iman.

Di sisi lain, semangat serupa tercermin dalam Safari Ramadan yang digelar Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Masjid At-Taqwa Rimbo Kedui, Kabupaten Seluma.

Di hadapan jemaah, Helmi mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai wadah untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga persatuan.

“Pada Safari Ramadan ini, marilah kita pupuk tali silaturahmi. Jangan bercerai-berai, tetapi harus bersatu mewujudkan Bumi Merah Putih yang maju,” ujarnya.

Ajakan tersebut mempertegas bahwa pendekatan yang mengedepankan dialog serta penguatan moderasi beragama dinilai lebih efektif dalam menciptakan suasana damai di bulan Ramadan.

Dengan demikian, Ramadan 1447 Hijriah diharapkan menjadi tonggak memperkuat harmoni, dan memastikan Indonesia tetap kokoh sebagai rumah bersama yang damai dan berkeadaban.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Ramadan dan Ujian Kebangsaan: Menjaga Iman, Merawat Persatuan

Next

Tokoh Masyarakat Ajak Waspadai Radikalisme dan Intoleransi Selama Ramadan

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme