Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Dari Rumah Tak Layak ke Hunian Layak, Bedah Rumah Digenjot Besar-besaran

By redaksi
April 14, 2026 2 Min Read
Comments Off on Dari Rumah Tak Layak ke Hunian Layak, Bedah Rumah Digenjot Besar-besaran

JAKARTA – Pemerintah mempercepat program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan. Pada 2026, program bedah rumah ditargetkan melonjak signifikan dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa pemerintah meningkatkan target renovasi rumah dari 45.000 unit pada tahun lalu menjadi 400.000 unit tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat program perumahan rakyat.

“Seperti buat renovasi rumah, tahun lalu cuma 45.000 rumah, tahun ini 400.000 rumah dan sedang dipersiapkan suatu langkah-langkah untuk ke depannya lebih besar lagi,” ujar Maruarar.

Ia menegaskan, pemerintah menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan program tepat sasaran. Bantuan difokuskan pada masyarakat desil 1 hingga desil 4 atau kelompok ekonomi terbawah.

“Kita tentu akan bekerja sama dengan BPS supaya tentu ada aturannya. Seperti misalnya kita melakukan renovasi rumah itu ada di desil 1 sampai desil 4,” jelasnya.

Maruarar juga mengingatkan pentingnya ketepatan data agar tidak terjadi salah sasaran.

“Jadi tentu ada aturannya, bagaimana yang berhak mendapatkan supaya tepat sasaran. Jangan nanti yang kaya dapat, yang membutuhkan, yang kurang mampu tidak dapat,” tegasnya.

Selain peningkatan jumlah, pemerataan program juga diperluas. Jika sebelumnya sekitar 220 kabupaten/kota belum tersentuh, tahun ini seluruh daerah dipastikan mendapatkan program bedah rumah.

“Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Di daerah, percepatan realisasi program turut dilakukan. Pemerintah Kota Tangerang mulai mempercepat perbaikan RTLH akibat dampak cuaca ekstrem. Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Tangerang, Decky Priambodo, menyebut 100 rumah telah ditetapkan sebagai penerima tahap awal.

“Jadi tahun ini kita coba melakukan percepatan tanpa harus menunggu secara keseluruhan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Decky.

Ia menambahkan, proses perbaikan akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Insyaallah, minggu depan sudah bisa dimulai proses perbaikannya karena sudah ada sejumlah rumah yang sudah dibongkar,” katanya.

Sementara itu, di Kota Sukabumi, program bedah rumah juga terintegrasi dengan penanganan stunting melalui Program BerSeKa. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi kemiskinan dan stunting.

“Permasalahan pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan stunting harus segera diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kota, serta dukungan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat,” ujarnya.
(*/rls)

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Program Bedah Rumah Diperluas, Jangkau Lebih Banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Next

Rumah Subsidi dan Bedah Rumah Perkuat Akses Hunian Layak

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme