HomeIndeks

Pemerintah Ajak Orang Tua dan Masyarakat Perkuat Pengawasan Digital melalui PP TUNAS

  • Share

Oleh: Syahgita Riasha *)

Komitmen pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital terus ditegaskan melalui implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak atau PP TUNAS. Kebijakan ini menjadi langkah strategis negara menghadirkan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berpihak pada tumbuh kembang generasi muda, sekaligus mengajak orang tua serta masyarakat memperkuat pengawasan digital secara bersama. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya kekhawatiran atas berbagai risiko di ruang siber, pemerintah menilai perlindungan anak tidak bisa hanya bertumpu pada regulasi, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan platform digital secara berkelanjutan.

banner 336x280

PP TUNAS dinilai menjadi bukti keseriusan pemerintah menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan tata kelola digital yang lebih bertanggung jawab. Indonesia disebut mengambil langkah progresif di tengah perhatian global terhadap ancaman paparan konten tidak sesuai usia, eksploitasi daring, hingga dampak penggunaan teknologi yang tidak terkendali pada anak. Melalui kebijakan ini, pemerintah tidak hanya menetapkan aturan, tetapi juga mendorong implementasi melalui sinergi lintas sektor dan kolaborasi aktif dengan berbagai platform digital internasional agar perlindungan anak dapat berjalan nyata.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan PP TUNAS merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan ruang digital yang aman dan sehat. Menurut Meutya Hafid, platform digital diharapkan tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga ruang yang memberikan perlindungan bagi anak. Pernyataan ini menunjukkan perlindungan anak di dunia digital telah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia di tengah era transformasi digital.

Pemerintah juga menekankan keberhasilan implementasi PP TUNAS sangat bergantung pada keterlibatan orang tua. Pengawasan penggunaan gawai, pendampingan aktivitas digital anak, hingga penguatan literasi digital keluarga dinilai menjadi langkah penting agar anak mampu menggunakan teknologi secara sehat dan aman. Dalam pandangan pemerintah, pengawasan digital bukan sekadar membatasi akses, melainkan membangun kebiasaan bermedia digital yang bertanggung jawab sejak dini.

Selain keluarga, masyarakat turut diajak mengambil peran dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak. Pemerintah mendorong budaya saling peduli, edukasi bersama, serta penguatan kesadaran kolektif agar perlindungan anak di ruang siber menjadi gerakan bersama. Pendekatan ini dinilai penting karena tantangan digital semakin kompleks dan membutuhkan gotong royong lintas elemen.

Dukungan terhadap kebijakan ini juga datang dari platform digital global. Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Pasifik Danny Ardianto menyampaikan dukungan terhadap langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Menurut Danny Ardianto, komitmen itu bukan semata kepatuhan pada regulasi, tetapi bagian dari tanggung jawab bersama. Dukungan tersebut menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan platform digital menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekosistem digital yang lebih aman.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menilai implementasi PP TUN

  • Share
Exit mobile version