Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Koops Habema Tegaskan Isu Penyerangan Gereja di Papua Adalah Hoaks

By redaksi
May 24, 2026 2 Min Read
Comments Off on Koops Habema Tegaskan Isu Penyerangan Gereja di Papua Adalah Hoaks

Papua Tengah – Tuduhan yang menyebut aparat TNI melakukan penyerangan terhadap Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni di Kabupaten Intan Jaya dipastikan tidak benar. Informasi yang beredar luas di media sosial dinilai sebagai narasi menyesatkan yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan di Papua Tengah, terutama di tengah proses investigasi yang masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti ledakan di sekitar lokasi gereja tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa granat yang ditemukan di lokasi bukan merupakan jenis granat standar yang digunakan TNI. Ia menyebut munculnya tuduhan tanpa dasar justru dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” ujar M. Wirya Arthadiguna.

Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang cepat di ruang digital. Dalam beberapa hari terakhir, narasi yang belum terverifikasi terus menyebar dan langsung mengaitkan aparat keamanan dengan insiden tersebut tanpa menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Menurut M. Wirya Arthadiguna, TNI selama ini menjalankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Perlindungan terhadap masyarakat sipil, termasuk rumah ibadah dan fasilitas umum, disebut menjadi bagian utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa TNI tidak pernah menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, terlebih di area gereja yang harus dijaga dan dihormati.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya,” tegas M. Wirya Arthadiguna.

Di tengah berkembangnya berbagai spekulasi, aparat keamanan juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang informasi tetap kondusif. Penyebaran kabar yang belum dipastikan kebenarannya dinilai dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membangun opini yang merugikan stabilitas daerah serta mengganggu hubungan aparat dengan masyarakat.

Situasi keamanan di Intan Jaya sendiri disebut tetap terkendali. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, sementara aparat bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menekankan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama di tengah dinamika keamanan yang terjadi di wilayah tersebut. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan dampak lebih luas bagi warga.

“Penegakkan harus humanis, karena yang jadi korban itu masyarakat. Jangan sampai gereja, sarana pemerintah, atau masyarakat sipil yang terkena dampak,” pungkas Aner Maisini.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Narasi Tuduhan TNI Menyerang Gereja di Papua Merupakan Provokasi Menyesatkan

Next

Tuduhan TNI Serang Gereja di Papua Dipastikan Hoaks

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme