Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA & Agraria

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By redaksi
August 20, 2026 2 Min Read
Comments Off on Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

Kupang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pertanian dan peternakan.

Di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), keberadaan dapur MBG dapat membuka pasar baru sekaligus mendorong masyarakat desa meningkatkan produksi pangan sesuai potensi daerah masing-masing.

“Begitu pun dengan adanya MBG 3T yang ada di kampung, di desa-desa ini, juga akan mendorong para petani-petani kita di daerah, otomatis mereka akan bekerja untuk mempersiapkan itu,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobi Lianto.

Menurut Ketua KADIN NTT, Bobi Lianto, kebutuhan bahan baku yang berlangsung secara rutin dapat mendorong petani dan peternak lokal untuk terlibat dalam rantai pasok MBG.

Kondisi tersebut dinilai dapat menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat desa karena kebutuhan pangan tidak selalu harus didatangkan dari wilayah lain.

Dari sisi logistik, pemenuhan bahan pangan dari wilayah sekitar juga dinilai lebih efisien, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur.

“Secara hitungan sudah pasti selayak dan sepantasnya, kalau apalagi di daerah yang remote area yang tidak bisa dijangkau, otomatis lebih baik supply-nya ada di kampung itu sendiri,” katanya.

Penguatan ekonomi lokal melalui MBG juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan hasil produksi petani dan peternak dapat dikonsolidasikan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sehingga pasokan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih mudah dipenuhi secara rutin.

“Pak Kepala Badan yang baru kan sudah memerintahkan ambil dari sisi hulu. Makanya sekarang yang berbahagia itu adalah peternak maupun petani…Kecil-kecil (hasil pertanian/peternakan) bergabunglah menjadi satu kekuatan besar, dibuatlah sebuah ekosistem dalam sebuah koperasi itu,” ujar Ketut.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemerintah Terapkan Nol Toleransi untuk Jaga Mutu dan Keamanan Pangan MBG

Next

Pemerintah – DPR Tingkatkan Pengawasan dan Keamanan Program MBG

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA & Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme