Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

El Nino Picu Kekeringan, Pemerintah Perkuat Distribusi Air Bersih

By redaksi
September 24, 2026 2 Min Read
Comments Off on El Nino Picu Kekeringan, Pemerintah Perkuat Distribusi Air Bersih

JAKARTA – Pemerintah memperkuat penanganan dampak El Nino dan musim kemarau yang menyebabkan keterbatasan sumber air di sejumlah wilayah. Upaya dilakukan melalui percepatan distribusi air bersih, pemantauan kondisi sumber air, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan pemerintah menghadapi potensi dampak El Nino. “Saya sudah cek semua persiapan kita cukup bagus. Kita siap hadapi El Nino,” kata Prabowo.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) hingga 17 September 2026 telah menyalurkan sekitar 23,2 juta liter air bersih di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, distribusi mencapai sekitar 22,77 juta liter di 12 lokasi dan menjangkau sekitar 314 ribu jiwa. Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah dengan penanganan terbesar, dengan sekitar 7,4 juta liter air yang disalurkan sejak Juni untuk memenuhi kebutuhan sekitar 93 ribu jiwa.

Menteri PU , Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air menjadi perhatian pemerintah, terutama ketika debit sumber air mengalami penurunan. “Kekeringan bukan hanya persoalan berkurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Karena itu, Kementerian PU memastikan dukungan air bersih dapat segera diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Di Jawa Timur, hingga 16 September 2026 tercatat 56 kejadian kekeringan di wilayah permukiman. Penanganan menjangkau sekitar 58 ribu jiwa dengan dukungan 15 unit mobil tangki air. Distribusi antara lain dilakukan di Mojokerto dan Pamekasan.

Penanganan juga diperluas ke Sulawesi Barat. Satgas Antisipasi dan Penanganan Dampak El Nino Kementerian PU telah menyalurkan lebih dari 500 ribu liter air bersih ke Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamuju sejak 8 Agustus 2026.

“Kalau untuk total air bersih yang disebarkan itu total lebih dari 500.000 liter dari tiga kabupaten ini,” kata Wakil Ketua Satgas, Faris Rizqi Imaduddin. Menurutnya, distribusi umumnya menggunakan dua unit tangki berkapasitas 4.000 liter setiap penyaluran.

Di Kabupaten Majene, BPBD turut mengintensifkan distribusi air bersih ke kawasan yang mengalami krisis air, termasuk Barane, Banggae Timur. Personel TRC BPBD Majene Wahyuddin mengatakan penyaluran telah dilakukan selama sekitar satu bulan. “Kami melakukan penyaluran air bersih sejak memasuki musim kemarau yang melanda di Kabupaten Majene, khususnya di lingkungan-lingkungan yang kekurangan air bersih,” ujarnya.

Selain distribusi, pemerintah terus mengidentifikasi kebutuhan di lapangan dan menyiapkan dukungan sumber air serta infrastruktur pendukung agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

El Nino dan Kekeringan: Dijawab dengan Langkah Cepat, Terukur, dan Terpadu

Next

Sinergi Pusat dan Daerah Menjaga Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Anomali Iklim

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme