Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

Agama dan Pluralitas

Kaprodi Kajian Terorisme SKSG UI: KST Papua Tidak Berperikemanusiaan dan Hambat Pembangunan Papua

By redaksi
March 15, 2022 2 Min Read
Comments Off on Kaprodi Kajian Terorisme SKSG UI: KST Papua Tidak Berperikemanusiaan dan Hambat Pembangunan Papua

Jakarta, jurnalredaksi– Peristiwa pembantaian 8 karyawan PT. Palapa Ring Timur Telematika di Kabupaten Puncak Papua oleh Kelompok Separatis Teroris Papua (KST Papua) merupakan hal yang tidak dapat diterima oleh akal sehat dan tidak berperikemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan Kaprodi Kajian Terorisme SKSG Papua Dr. M. Syauqillah saat di wawancara di Matoa TV (Selasa 15/3/2022).

Menurut Syaiqullah, peristiwa perusakan ataupun teror pembunuhan terhadap 8 pekerja yang sedang membangun, mengartikan bahwa KST Papua tidak memiliki rasa kemanusiaan yang di junjung tinggi di dunia dan memang apa yang dilakukan kelompok teror tidak peduli siapapun korbannya. Hal itu tentunya akan menghambat pembangunan yang dilakukan di Papua.

Kelompok Separatis Teroris yang ada di Papua, tentunya secara general bukan representasi masyarakat Papua, hal itu penting harus di garis bawahi. Mereka hanya kelompok yang tidak ingin masyarakat Papua Maju dan selalu menghambat semua aktivitas ataupun kegiatan yang sekiranya dapat membangun Papua menjadi lebih baik lagi, ujar Syauqillah.

Perlu tindakan adanya penegakkan hukum yang tentunya dengan mempertimbangkan bukti – bukti yang ada dan melihat aspek – aspek yang akan ditimbulkan dari pendekatan yang dilakukan, kata Kaprodi Kajian Terorisme SKSG UI.
Dalam konteks penanggulangan masalah yang ada di Papua, apa yang dilakukan oleh Pemerintah mengunakan pendekatan soft approach maupun hard approach dengan melibatkan semua komponen negara baik lembaga negara, civil society, masyarakat adat yang ada di Papua, dan kelompok agamawan sudah tepat. Selain itu juga masalah yang ada di Papua menjadi “PR” bagi seluruh elemen masyarakat untuk dapat memberikan solusinya, ucap Syauqillah.

Aksi keji yang dilakukan KST Papua dengan menewaskan 8 karyawan yang ingin membangun BTS di Kabupaten Puncak Jaya menambah panjang daftar hitam sepak terjang KST Papua yang dikenal brutal dan selalu menyebarkan rasa tidak aman ditengah – tengah masyarakat Papua, tutup Syauqillah.

(CA/AA)

Tags:

KSTPapua
Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Laksanakan Prokes Ketat,Sidang IPU di Bali Aman

Next

W20: Momentum Guna Ciptakan Investasi dan Peran Wanita di Papua

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Games
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Spellen
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme