Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Program MBG Jadi Katalisator Ekonomi Desa dan Peluang Usaha Baru

By redaksi
July 8, 2026 2 Min Read
Comments Off on Program MBG Jadi Katalisator Ekonomi Desa dan Peluang Usaha Baru

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa. Pelaksanaan program MBG membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk terlibat dalam penyediaan bahan baku, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan desa memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan MBG melalui penyediaan bahan pangan lokal yang berkelanjutan. Potensi tersebut ditopang oleh lebih dari 45 ribu BUMDes yang bergerak di sektor pangan, pertanian, dan kelautan.

“BUMDesa saat ini jumlahnya lebih dari 45 ribu dengan usaha di bidang Desa Tematik, yaitu pangan, pertanian, dan kelautan,” ungkapnya.

Menurut Yandri, saat ini hampir 1.000 BUMDes telah menjadi pemasok bahan baku Program MBG. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, tetapi juga menciptakan permintaan yang berkelanjutan terhadap hasil produksi desa sehingga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kelautan atas pendampingan program Kemendes selama ini. Saat ini hampir 1.000 BUMDesa jadi penyuplai bahan baku Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pendukung MBG melalui pengembangan desa tematik dan penguatan ketahanan pangan. Kebijakan alokasi Dana Desa untuk sektor pangan diharapkan semakin meningkatkan kapasitas desa dalam memenuhi kebutuhan bahan baku program, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya usaha-usaha produktif berbasis potensi lokal.

Yandri berharap semakin banyak BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih yang terlibat sebagai pemasok kebutuhan MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Semakin kuat rantai pasok pangan yang dibangun dari desa, semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan, mulai dari meningkatnya penyerapan hasil produksi lokal, terciptanya peluang usaha baru, hingga bertambahnya pendapatan masyarakat.

Dengan ekosistem yang melibatkan berbagai pelaku ekonomi desa, MBG tidak hanya menjadi investasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang mendorong kemandirian desa melalui penguatan produksi pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Komitmen Pemerintah Perkuat Evaluasi Berkala demi Optimalisasi MBG di Papua

Next

Pemerintah Perkuat Evaluasi MBG, Publik Diimbau Tak Terpancing Provokasi Demo

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme