Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/

Cepat Tepat Terpercaya

Cepat Tepat Terpercaya

  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
  • Home
  • Ekonomi dan Investasi
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Subscribe
Close

Search

SDA dan Agraria

Tidak Hanya Fisik, Program CKG Jangkau Kesehatan Jiwa Anak

By redaksi
March 16, 2026 2 Min Read
Comments Off on Tidak Hanya Fisik, Program CKG Jangkau Kesehatan Jiwa Anak

Jakarta, Upaya peningkatan kesehatan anak di Indonesia kini semakin komprehensif. Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kini mulai menjangkau aspek kesehatan jiwa anak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial. Pendekatan yang lebih menyeluruh ini diharapkan mampu memperkuat kualitas generasi muda Indonesia di masa depan.

Selama ini berbagai layanan kesehatan anak cenderung menitikberatkan pada aspek fisik seperti pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan. Namun seiring perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi anak-anak juga semakin kompleks. Tekanan akademik, perubahan pola interaksi sosial, hingga paparan teknologi digital yang semakin masif dapat memengaruhi kondisi psikologis anak jika tidak ditangani dengan baik sejak dini.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, sebanyak 4,4 persen atau sekitar 338 ribu anak menunjukkan gejala cemas (anxiety disorder). Sementara itu, 4,8 persen atau sekitar 363 ribu anak menunjukkan gejala depresi (depression disorder).

“Berdasarkan temuan ini, Kementerian Kesehatan berencana memperluas program skrining CKG dengan target menjangkau hingga 25 juta anak,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi menilai pendekatan kolaboratif tersebut penting untuk membangun ekosistem yang mendukung kesehatan mental anak secara berkelanjutan.

“kesehatan jiwa anak tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Selain pemeriksaan langsung kepada anak, program ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sekolah. Orang tua serta guru diberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental dan cara menciptakan lingkungan yang aman serta suportif bagi perkembangan psikologis anak.

Melalui perluasan cakupan program CKG yang kini juga menjangkau kesehatan jiwa anak, diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan layanan kesehatan secara utuh. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Melalui penguatan program CKG, pemerintah juga mendorong adanya skrining kesehatan jiwa pada anak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tanda awal masalah psikologis seperti kecemasan berlebih, kesulitan berkonsentrasi, hingga gangguan perilaku yang dapat memengaruhi proses belajar dan perkembangan sosial anak.

Author

redaksi

Follow Me
Other Articles
Previous

Pemerintah Perkuat Ekosistem Hilirisasi Pertanian

Next

Pemerintah Buka Tol Gratis dan Diskon Transportasi Lebaran 2026, Siap Antar Pemudik Pulang

Kabinet Merah Putih

Kategori Berita

  • Agama dan Pluralitas
  • Ekonomi dan Investasi
  • Kriminal
  • Otomotif
  • Polhukam
  • Ragam
  • SDA dan Agraria
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme