Oleh: Nurul Janida )*
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, pemerintah pusat dan daerah bekerja keras untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan pangan berjalan lancar. Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dan Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, turut memantau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan serentak di Jawa Tengah. Kegiatan ini digelar oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia, bertujuan untuk menjaga kestabilan harga pangan menjelang Lebaran.
Dalam acara tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan pentingnya menjaga ketersediaan pangan dengan harga yang stabil. Ia mengungkapkan bahwa di seluruh wilayah Indonesia, kondisi harga bahan pokok menjelang Lebaran relatif stabil. Pihaknya berharap Lebaran bisa berjalan dengan baik dan lancar. Harapanya, masyarakat bisa berlebaran tanpa ada kekurangan bahan pokok.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Gerakan Pangan Murah ini menjadi langkah konkret untuk meringankan beban masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan Hari Raya. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Zulkifli juga menekankan bahwa acara seperti ini sangat penting dalam membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang dan gembira, tanpa harus khawatir dengan harga kebutuhan pokok yang melonjak.
Selain itu, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga terjangkau. Hak Ini dapat membantu masyarakat untuk memperoleh pangan dengan harga terjangkau dan dapat menyambut Lebaran dengan suka cita tanpa khawatir dengan bahan-bahan pokok.
Inflasi menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, khususnya di Kota Semarang yang menyumbang sekitar 32% inflasi Jawa Tengah. Pada tahun 2024, inflasi Kota Semarang tercatat sebesar 1,69%, lebih rendah dibandingkan 2,83% pada tahun 2023. Meskipun demikian, harga beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, bawang putih, dan daging ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Dalam menghadapi tantangan ini, langkah-langkah antisipatif diambil untuk menjaga kestabilan harga.
Beberapa komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng kembali menunjukkan lonjakan harga yang cukup signifikan. Oleh karena itu, kegiatan Gerakan Pangan Murah diharapkan bisa memberikan solusi nyata untuk masyarakat. Pada acara tersebut, berbagai bantuan pangan disalurkan, seperti sepuluh ton beras, minyak goreng, dan telur bersubsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, Tim Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang juga ikut berpartisipasi dengan menyalurkan bantuan pangan lainnya, seperti bawang merah dan bawang putih, daging, buah, dan sayuran. Dengan begitu, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran.
Gerakan Pangan Murah ini melibatkan banyak pihak, termasuk Bulog, PPI, RNI, BUMD Pangan Jateng, serta pelaku usaha pangan lainnya. Sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak ini diharapkan bisa menghadirkan keberagaman pangan yang lebih terjangkau dan tersedia untuk masyarakat, terutama di momen-momen penting seperti Lebaran.
Lebaran 2025 diprediksi akan menghadirkan tantangan baru terkait dengan distribusi bahan pangan dan BBM. Ketersediaan kedua komoditas ini akan sangat mempengaruhi kelancaran perayaan Hari Raya di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Pertamina telah memastikan distribusi BBM ke seluruh daerah berjalan dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar stok BBM yang diperlukan untuk mobilitas masyarakat selama libur Lebaran tidak mengalami kendala.
Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan koordinasi antara berbagai lembaga untuk memastikan bahwa distribusi bahan pangan dan BBM tetap stabil selama masa libur Lebaran. Langkah-langkah preventif juga dilakukan, seperti penyediaan cadangan pangan yang cukup di setiap daerah, guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Pemerintah berharap, dengan adanya langkah ini, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa harus khawatir tentang kelangkaan pangan atau bahan bakar.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah tidak hanya diadakan untuk menyambut Lebaran, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang untuk memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat. Pemerintah berharap melalui program-program seperti ini, ketahanan pangan di Indonesia dapat terus ditingkatkan. Program tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, dengan memperkenalkan produk lokal yang lebih terjangkau, serta memberikan peluang bagi petani dan pelaku usaha kecil untuk menjual hasil mereka secara langsung kepada konsumen.
Penting untuk terus menciptakan program yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, solusi-solusi praktis dapat ditemukan untuk memastikan kebutuhan pokok dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari produksi hingga distribusi, akan sangat mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program tersebut agar tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi juga dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Dengan begitu, bukan hanya saat menjelang Lebaran, tetapi setiap hari, masyarakat dapat menikmati stabilitas harga pangan yang lebih baik. Ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Indonesia.
)* Penulis adalah mahasiswa Malang tinggal di Jakarta