Restrukturisasi BUMN Berjalan, Dikelola Makin Bersih dan Produktif

  • Share

Restrukturisasi BUMN Berjalan, Dikelola Makin Bersih dan Produktif
*) Oleh : Herry Ramadhan

Pemerintah terus mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan aset negara dikelola semakin profesional, transparan, efisien, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), proses restrukturisasi dilakukan secara sistematis dengan menata jumlah entitas, memperkuat tata kelola, memperbaiki kinerja keuangan, serta mengembalikan perusahaan negara kepada bisnis inti yang memiliki prospek dan nilai strategis. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah membangun BUMN yang lebih sehat sekaligus menjadikan aset negara sebagai kekuatan ekonomi nasional.

banner 336x280

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proses restrukturisasi diawali dengan membangun basis data yang akurat mengenai seluruh perusahaan negara. Pemerintah sebelumnya menemukan jumlah entitas BUMN dan anak usahanya sangat besar sehingga perlu dilakukan pemetaan secara menyeluruh. Setelah proses pendataan, pemerintah menargetkan penyederhanaan struktur dari sekitar 1.077 entitas menjadi 200–300 perusahaan. Penataan tersebut dilakukan melalui mekanisme likuidasi, konsolidasi, merger, maupun restrukturisasi dengan mempertimbangkan karakter bisnis dan kebutuhan strategis masing-masing perusahaan.

Langkah perampingan tersebut bukan sekadar mengurangi jumlah perusahaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun struktur BUMN yang lebih kuat dan fokus. Pemerintah ingin mengurangi tumpang tindih kegiatan usaha sehingga setiap perusahaan dapat berkonsentrasi pada kompetensi utama masing-masing. Dengan struktur yang lebih sederhana, koordinasi menjadi lebih mudah, pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat, dan biaya operasional dapat ditekan. Pemerintah juga memperkirakan penyederhanaan struktur perusahaan berpotensi menghasilkan penghematan hingga sekitar Rp50 triliun melalui penghapusan transaksi berlapis dan peningkatan efisiensi operasional.

Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya diarahkan pada perbaikan kinerja finansial, tetapi juga penguatan tata kelola, kepatuhan hukum, transparansi, dan mitigasi risiko. Pemerintah ingin memastikan seluruh proses restrukturisasi memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengelolaan aset negara membutuhkan standar kehati-hatian yang tinggi. Dengan tata kelola yang semakin kuat, BUMN diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memberikan kepastian bagi mitra usaha dan investor.

Presiden Prabowo Subianto menempatkan transformasi BUMN sebagai bagian dari agenda memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut Presiden, Danantara memiliki peran strategis untuk mengonsolidasikan kekayaan negara sehingga dapat dikelola secara lebih rapi dan menghasilkan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. Hingga akhir Juli 2026, Presiden menyampaikan bahwa sekitar 250 BUMN telah ditutup, dikonsolidasikan, atau digabungkan sebagai bagian dari proses penataan. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa reformasi BUMN bukan lagi sebatas rencana, tetapi telah memasuki tahap implementasi yang konkret.

  • Share