Ekonomi RI Tetap Resilien di Tengah Dinamika Internasional

  • Share

Oleh: Kirana Maheswari )*

Ketangguhan ekonomi sebuah bangsa tidak lahir dari ruang hampa, melainkan hasil dari orkestrasi kebijakan yang presisi dan daya adaptasi yang tinggi terhadap guncangan eksternal. Di tengah peta geopolitik dunia yang kian terfragmentasi dan ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia berhasil menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi banyak pengamat. Fondasi ekonomi nasional saat ini terbukti memiliki daya tahan atau resiliensi yang kuat, yang tidak hanya bersandar pada keberuntungan pasar, tetapi pada strategi hilirisasi dan penguatan sektor domestik yang konsisten dijalankan oleh pemerintah. Langkah-langkah terukur dalam merespons gangguan rantai pasok global menjadi bukti bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penonton dalam dinamika internasional, melainkan pemain yang mampu menjaga stabilitas internalnya dengan sangat baik.

banner 336x280

Stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi narasi utama dalam melihat arah kebijakan ekonomi saat ini. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada pada posisi yang kokoh untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal. Menurut Haryo Limanseto, pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen secara tahunan pada 2025 menjadi indikator nyata bahwa mesin pertumbuhan tetap bekerja optimal meski di bawah bayang-bayang perlambatan global. Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan refleksi dari efektivitas kebijakan pengendalian harga dan stabilisasi pasar yang mampu menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran yang ditetapkan. Sinergi antara otoritas moneter dan fiskal memastikan bahwa daya beli masyarakat tidak tergerus oleh fluktuasi harga komoditas global yang tidak menentu.

Keberhasilan mempertahankan momentum pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid sebagai motor penggerak utama. Pemerintah menyadari bahwa menjaga optimisme masyarakat adalah kunci, sehingga stimulus fiskal dan program bantuan sosial dialokasikan secara tepat sasaran untuk memastikan roda ekonomi di tingkat akar rumput tetap berputar. Dengan menjaga bantalan sosial tersebut, pemerintah berhasil menciptakan lingkungan domestik yang stabil, yang pada gilirannya memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha untuk terus melakukan ekspansi. Aktivitas manufaktur nasional yang terus berada dalam zona ekspansi mempertegas kondisi ini, di mana Purchasing Managers Index yang menyentuh angka 53,8 menunjukkan bahwa sektor produksi Indonesia memiliki fleksibilitas tinggi dalam beradaptasi dengan tantangan logistik maupun kenaikan biaya input produksi.

  • Share