Oleh: Alya Safira )*
Upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing global terus menunjukkan arah yang semakin terstruktur melalui perluasan Program Magang Nasional ke seluruh Indonesia. Kebijakan ini dirancang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek pasar tenaga kerja, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul. Di tengah dinamika ekonomi global yang kompetitif, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas tenaga kerja sebagai prioritas utama agar Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjadi salah satu aktor penting dalam mendorong penguatan program ini. Dalam pertemuannya bersama Menteri Ketenagakerjaan, ia menekankan bahwa Program Magang Nasional telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dari sisi antusiasme masyarakat.
Tingginya jumlah pendaftar yang mencapai ratusan ribu orang menunjukkan bahwa program ini menjadi kebutuhan nyata bagi lulusan baru yang ingin mendapatkan pengalaman kerja. Ia melihat kondisi ini sebagai momentum untuk memperluas kuota peserta pada periode 2026–2027, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar semakin relevan dengan kebutuhan industri.
Dalam pandangan Teddy, penguatan program tidak cukup hanya dengan menambah jumlah peserta. Pemerintah juga harus memastikan bahwa setiap peserta memperoleh pengalaman kerja yang bermakna.
Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan yang lebih komprehensif, mencakup pembelajaran langsung di lingkungan kerja profesional, pendampingan oleh mentor berpengalaman, serta pemberian upah yang sesuai standar. Pendekatan ini diyakini mampu membentuk kompetensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup soft skills yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikan penekanan pada aspek keberlanjutan program. Ia memandang bahwa Program Magang Nasional harus menjadi bagian dari ekosistem pengembangan tenaga kerja yang lebih luas.
Oleh karena itu, pemerintah tidak berhenti pada penyelenggaraan magang semata, tetapi juga menyiapkan program lanjutan seperti sertifikasi kompetensi. Dengan adanya sertifikasi ini, keterampilan yang dimiliki peserta dapat diakui secara formal dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Dalam berbagai kesempatan, Yassierli juga menyoroti pentingnya menjaga optimisme para peserta, terutama s

