JAKARTA – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029. Pernyataan yang beredar di media sosial tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi mengenai arah politik nasional.
Budi Arie menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi yang disampaikan dalam sebuah pertemuan di Jakarta. Ia juga memastikan pandangan tersebut tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” ujar Budi Arie Setiadi.
Ia menegaskan klarifikasi tersebut diperlukan agar masyarakat tidak menarik kesimpulan yang keliru. Menurutnya, analisis mengenai kemungkinan perubahan dinamika politik menjelang 2029 sepenuhnya merupakan pandangan personal.
“Pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya,” tegas Budi Arie Setiadi.
Budi Arie sekaligus meluruskan anggapan yang mengaitkan pernyataannya dengan Joko Widodo. Penegasan ini diharapkan dapat meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik.
“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengaitnya dengan Bapak Joko Widodo,” lanjut Budi Arie Setiadi.
Selain memberikan klarifikasi, Budi Arie menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataannya. Ia mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan tidak membiarkan dinamika politik mengganggu stabilitas nasional.
“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih, jaga terus persatuan Indonesia,” pungkas Budi Arie Setiadi.

