Jakarta – Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan nasional sebagai bagian dari komitmen menghadirkan akses kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Langkah tersebut menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui sektor kesehatan yang semakin modern dan inklusif.
Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan bahwa konsep Universal Health Coverage (UHC) menekankan pentingnya setiap masyarakat memperoleh layanan kesehatan bermutu tanpa mengalami kesulitan finansial.
“Yang penting bukan hanya semua orang mendapat layanan, tetapi juga layanan itu harus bermutu,” ujarnya.
Menurut Tjandra, pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, melainkan juga mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Karena itu, penguatan fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat hingga ke tingkat daerah.
Ia menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses kesehatan melalui berbagai program, termasuk cek kesehatan gratis dan penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan penerapan pola hidup sehat.
“Cek kesehatan berkala penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi dini adanya gangguan,” katanya.
Tjandra juga menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan membutuhkan dukungan lintas sektor. Infrastruktur seperti jalan, transportasi, air bersih, dan sanitasi memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan terluar.
Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor utama dalam memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara optimal. Pemerintah dinilai terus mendorong pembangunan fasilitas kesehatan yang tidak hanya berfokus pada gedung, tetapi juga pada ketersediaan tenaga kesehatan, kualitas layanan, dan keberlanjutan program.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk semakin aktif menjaga kesehatannya melalui pola hidup sehat. Tjandra kembali mengingatkan konsep CERDIK, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin berolahraga, diet bergizi, istirahat cukup, dan kelola stres.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis kualitas kesehatan masyarakat Indonesia akan terus meningkat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.

