Tata Ulang Program MBG, Pemerintah Pastikan Layanan Gizi Lebih Tepat Sasaran

  • Share

Jakarta — Pemerintah terus melakukan penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan manfaat program diterima secara optimal oleh kelompok sasaran. Penataan ulang program dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola, serta memastikan distribusi bantuan gizi berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Melalui program ini, pemerintah berupaya menekan angka stunting, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan produktif.

banner 336x280

Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan tata kelola, efisiensi anggaran, penajaman sasaran penerima manfaat, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan penataan pelaksanaan program agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan,” ujar Nanik.

Dalam proses penataan ulang, pemerintah memperkuat sistem verifikasi dan validasi data penerima manfaat agar bantuan benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan. Pemanfaatan teknologi digital juga ditingkatkan untuk mendukung akurasi data, mempercepat pelaporan, serta memudahkan pemantauan pelaksanaan program di berbagai daerah.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan sistem pengendalian internal, integrasi data, validasi informasi, serta pengembangan sistem yang lebih terstruktur dan terukur.

“Tata kelola yang baik harus dibangun melalui sistem yang kuat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.”

Selain memperkuat tata kelola, pemerintah juga meningkatkan koordinasi antarinstansi, memperketat pengawasan kualitas pangan, serta menyempurnakan mekanisme distribusi makanan. Melalui berbagai langkah penyempurnaan tersebut, pemerintah optimistis Program MBG akan semakin efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

  • Share