Oleh: Citra Laksmi Dewi )*
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi strategisnya di Eropa dengan mengunjungi Paris setelah menuntaskan agenda penting di Moskow. Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memperluas kemitraan internasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Kedatangan Prabowo di Paris menjadi bagian dari strategi besar Indonesia dalam memperkuat posisi di panggung global, khususnya melalui kerja sama dengan negara-negara kunci di Eropa. Agenda ini juga menunjukkan kesinambungan diplomasi yang terarah, setelah sebelumnya melakukan pembahasan strategis dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Di Paris, Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée. Penyambutan militer yang melibatkan pasukan kehormatan mencerminkan eratnya hubungan kedua negara serta penghargaan tinggi terhadap Indonesia sebagai mitra strategis.
Pertemuan antara kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Dalam pembicaraan empat mata, keduanya membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas yang selama ini telah terjalin dengan baik. Fokus pembahasan diarahkan pada langkah konkret untuk memperdalam kolaborasi di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Pemerintah Indonesia memandang Prancis sebagai mitra penting dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional. Kerja sama yang telah berjalan mencakup sektor pertahanan, termasuk penguatan industri dan pengadaan alat utama sistem persenjataan, yang menjadi bagian dari upaya modernisasi pertahanan nasional.
Selain itu, kolaborasi di bidang energi dan transisi energi menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memenuhi komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Kerja sama juga diperluas ke sektor infrastruktur dan transportasi yang dinil

