Jakarta – Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Fiskal Semester II-2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perputaran ekonomi nasional. Stimulus tersebut disusun melalui berbagai insentif yang menyasar mobilitas masyarakat, penguatan tenaga kerja, hingga dukungan terhadap sektor kreatif dan pendidikan vokasi.
Diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara ini selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.
Ia menjelaskan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk diskon tiket transportasi selama musim libur sekolah dan periode Natal-Tahun Baru 2026. Pada masa libur sekolah, pemerintah menyiapkan Rp190 miliar yang ditargetkan menjangkau sekitar 3,07 juta orang. Sementara untuk momentum Natal dan Tahun Baru, disediakan Rp161,4 miliar dengan sasaran 2,87 juta penerima manfaat.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) khusus tiket pesawat. Insentif tersebut bernilai Rp472,7 miliar untuk masa libur sekolah dengan target 2,3 juta penumpang dan Rp722 miliar untuk periode Natal-Tahun Baru yang menyasar sekitar 3,7 juta penumpang.
Jadi itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal ke-2, ujar Airlangga.
Tak hanya berfokus pada mobilitas masyarakat, paket stimulus juga diarahkan untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional. Pemerintah menyiapkan program magang nasional mulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta dan dukungan anggaran Rp4,14 triliun. Di samping itu, program vokasi nasional akan menyasar 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alokasi Rp2,12 triliun.
Pemerintah juga memberikan perhatian kepada sektor kreatif melalui insentif pajak penghasilan final sebesar 1,5 persen bagi para penulis. Total paket stimulus Semester II-2026 diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun, di luar insentif PPh final bagi penulis.
Langah tersebut mendapatkan apresiasi dari Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto. Ia menyebut kebijakan pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat dengan merilis paket stimulus ekonomi khususnya di sektor transportasi publik merupakan kebijakan yang tepat.
Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut, karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi, ungkapnya.

